HomeInternasionalLPJK Apresiasi Munas III Aptaksindo dan Perjasi, Dorong Penguatan Tata Kelola dan...

LPJK Apresiasi Munas III Aptaksindo dan Perjasi, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Sinergi Jasa Konstruksi

SBCNews.id — Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (Aptaksindo) dan Perkumpulan Rekanan Jasa Konstruksi Indonesia (Perjasi) yang digelar di Surabaya, Kamis (13/8/2026).

Ketua LPJK Nasional, Ir. Insannul Kamil, menilai Munas III menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi, kaderisasi, sekaligus membangun sinergi antarpemangku kepentingan di sektor jasa konstruksi.

“Alhamdulillah, LPJK mendapat kehormatan untuk hadir dalam Munas III Aptaksindo dan Perjasi. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk melihat bagaimana sebuah organisasi menjaga tata kelola dan keberlanjutan organisasi yang telah dibangun dalam waktu yang tidak singkat,” ujar Insannul saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Menurutnya, Munas III Aptaksindo dan Perjasi memberikan pelajaran penting bagi organisasi asosiasi lainnya. Pembaruan tata kelola, penyesuaian terhadap regulasi, serta keberlanjutan kaderisasi harus menjadi proses yang terus dilakukan agar organisasi mampu menjawab perkembangan zaman.

Insannul menegaskan, kaderisasi merupakan kebutuhan faktual bagi keberlanjutan organisasi. Karena itu, proses regenerasi kepemimpinan harus berjalan beriringan dengan pembaruan tata kelola dan penyesuaian regulasi.

“Seperti yang didiskusikan bersama Dewan Pendiri, kaderisasi merupakan sesuatu yang faktual dan harus dilakukan demi kemajuan organisasi. Pembaruan tata kelola dan regulasi harus berjalan beriringan dengan proses regenerasi kepemimpinan,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa industri konstruksi tengah menghadapi berbagai bentuk disrupsi. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tata kelola organisasi, tetapi juga perkembangan teknologi di sektor konsultansi dan konstruksi serta meningkatnya tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Ketidakpastian geopolitik global juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap sektor konstruksi. Eskalasi politik dan geopolitik dapat memengaruhi harga maupun ketersediaan material impor yang dibutuhkan untuk pembangunan.

“Hal tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama dan diharapkan dapat menjadi bagian dari rekomendasi hasil Munas III,” ujarnya.

LPJK, lanjut Insannul, akan memperhatikan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas III dan meneruskannya sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Bersatu untuk Membangun Negeri
Sementara itu, Pendiri Perjasi dan Aptaksindo, Raden Ali Zaini, mengatakan tema Munas III, “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri”, lahir melalui proses pemikiran dan pembahasan yang cukup panjang.

Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai persoalan dan tantangan kompleks.
“Kata ‘bersatu’ memiliki makna dan manfaat yang sangat luar biasa. Kita perlu bersatu dan menyamakan pemikiran serta persepsi. Seluruh asosiasi dan stakeholder sektor jasa konstruksi harus memiliki niat, tujuan, dan pemikiran yang sama, yaitu bagaimana bersama-sama membangun negeri,” kata Ali Zaini.

Ia berharap Munas III tidak berhenti pada agenda organisasi semata, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan dampak nyata bagi perkembangan sektor jasa konstruksi nasional.

Terlebih, Indonesia saat ini tengah melakukan berbagai penyesuaian, termasuk dalam menghadapi kebijakan efisiensi. Dalam situasi tersebut, peran asosiasi yang menaungi badan usaha maupun organisasi profesi dinilai semakin penting.

Ali Zaini juga menegaskan pentingnya hubungan erat antara asosiasi dan LPJK. Menurutnya, LPJK merupakan bagian penting dalam ekosistem jasa konstruksi nasional.

“Kami menyadari organisasi kami tidak akan pernah bisa berjalan jauh dari LPJK. Bagi kami, LPJK adalah bapak, wadah, sekaligus rumah bersama. Dari LPJK, kami mendapatkan arahan, saran, dan pendapat dalam menghadapi berbagai persoalan di sektor konstruksi,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat menjadi modal bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia konstruksi, sehingga setiap permasalahan dapat menghasilkan jalan keluar yang positif dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Perkuat Konsolidasi Organisasi di Daerah
Plt Ketua Umum Perjasi, Ir. H. Supai M. Noor, M.M., mengatakan Munas III juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Menurut Supai, saat ini telah hadir 18 perwakilan dalam forum Munas III. Selain itu, Perjasi telah memiliki mandat di sejumlah provinsi yang akan terus dibentuk dan diperkuat sesuai arahan LPJK.

“Targetnya, seluruh provinsi di Indonesia dapat memiliki struktur dan kepengurusan organisasi yang berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai keputusan yang lahir dalam Munas III akan menjadi amanah internal organisasi dan selanjutnya ditindaklanjuti melalui program-program kerja.

Selain konsolidasi, Perjasi juga akan memberikan masukan kepada pemerintah mengenai sejumlah regulasi yang dinilai masih cukup memberatkan, terutama bagi badan usaha jasa konstruksi berskala kecil.

“Kami akan memberikan masukan kepada pemerintah terkait regulasi-regulasi yang saat ini dirasakan cukup memberatkan, khususnya bagi badan usaha jasa konstruksi skala kecil,” ujarnya.

Kompetensi Tenaga Konstruksi Harus Terus Ditingkatkan
Ketua Umum Aptaksindo, Husein Hasan Ali Salim, menambahkan bahwa Munas III diharapkan mampu melahirkan berbagai pembaruan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan era saat ini.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga ahli dan tenaga terampil konstruksi agar mampu mengikuti perubahan regulasi dan kebutuhan industri.

“Kompetensi harus terus ditingkatkan dan diuji sesuai dengan perkembangan regulasi yang berlaku,” kata Husein.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak dapat dilakukan sendiri oleh asosiasi. Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan para pelaku jasa konstruksi agar berbagai perubahan di bidang kompetensi, regulasi, maupun kebutuhan industri dapat dihadapi secara bersama-sama.

Pelaksanaan Munas III Aptaksindo dan Perjasi pun diharapkan menjadi titik penguatan organisasi sekaligus ruang konsolidasi untuk membangun sektor jasa konstruksi Indonesia yang semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Semangat “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri” diharapkan tidak berhenti sebagai tema Munas, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, penguatan kompetensi, pembaruan tata kelola, serta sinergi antara LPJK, asosiasi, badan usaha, pemerintah, dan seluruh stakeholder jasa konstruksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here