SBCNEWS.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman setelah muncul titik api di kawasan tersebut pada Rabu (4/11/2026).Peristiwa kebakaran itu menjadi perhatian masyarakat setelah sebuah video yang memperlihatkan kobaran api beredar di media sosial. Rekaman tersebut diambil oleh warga dan kemudian diunggah melalui akun TikTok @president_angler_liar.
Dilansir dari detikSumbagsel, Kamis (5/11/2026).Dalam video yang beredar, perekam menyebut terdapat dua titik api yang terlihat menyala di kawasan taman nasional tersebut. Kobaran api tampak cukup jelas sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap meluasnya kebakaran di area hutan.”Sekarang sudah dua titik ini menyala berkobar-kobar ini apinya,” ujar perekam dalam video tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik kebakaran berada di kawasan Way Bungur, tepatnya di sekitar Jembatan Perintis Garuda, Desa Kali Pasir, Kabupaten Lampung Timur. Lokasi tersebut masuk dalam wilayah kerja Resor Rantau Jaya, Taman Nasional Way Kambas.Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, membenarkan adanya kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan mengenai kejadian itu telah diterima oleh pihak balai melalui tim satuan tugas (Satgas) yang berada di lapangan.
Menurut Zaidi, kebakaran di Resor Rantau Jaya mulai terdeteksi pada Rabu sore sekitar pukul 15.08 WIB. Sejak laporan diterima, petugas langsung melakukan upaya penanganan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.”Benar, dari laporan tim Satgas, kebakaran di Resor Rantau Jaya terjadi sejak sore hari pukul 15.08 WIB. Sampai saat ini tim masih terus bekerja untuk proses pemadaman,” kata Zaidi, dilansir detikSumbagsel, Kamis (5/11/2026).
Hingga Kamis (5/11/2026), proses pemadaman masih berlangsung. Petugas di lapangan terus berupaya mengendalikan kobaran api di lokasi kebakaran.Kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas menjadi perhatian karena wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.
Selain berupaya memadamkan api, pengawasan terhadap titik-titik kebakaran juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru maupun meluasnya area yang terdampak.Meski demikian, penyebab kebakaran serta luas kawasan yang terdampak belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan pihak Balai Taman Nasional Way Kambas. Petugas masih memprioritaskan proses pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan.Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya upaya perlindungan kawasan hutan, terutama di wilayah konservasi yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
