HomeEkonomiIHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.177, Investor Masih Cermati Evaluasi MSCI

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.177, Investor Masih Cermati Evaluasi MSCI

JAKARTA,SBCNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (19/6/2026), meski penguatannya terbilang tipis di tengah sentimen negatif dari evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI serta pelemahan mayoritas bursa saham Asia.Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 4,8 poin atau 0,08 persen dan berakhir di level 6.177,139. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak fluktuatif sebelum akhirnya mampu mempertahankan posisi positif hingga penutupan.

Tercatat sebanyak 332 saham menguat, 342 saham melemah, dan 141 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp25,71 triliun dengan volume perdagangan 31,60 miliar saham serta frekuensi transaksi sekitar 1,74 juta kali.Penguatan IHSG terutama ditopang oleh sektor infrastruktur yang naik 1,61 persen, sektor kesehatan 1,52 persen, dan sektor barang konsumsi non-primer yang menguat 1,09 persen.Di kelompok saham unggulan LQ45, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu penopang utama indeks setelah melonjak 3,70 persen ke level Rp6.300 per saham.

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,40 persen menjadi Rp2.930 dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menguat 2,40 persen ke Rp1.705.Namun demikian, indeks LQ45 justru mengalami koreksi sebesar 1,22 persen ke level 609,402. Tekanan terbesar datang dari saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang merosot 7,19 persen ke Rp2.580 per saham. Saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) juga turun 6,53 persen menjadi Rp372, sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 5,31 persen ke Rp1.515.Pada kelompok saham dengan kenaikan tertinggi, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin dengan lonjakan 34,29 persen ke Rp94 per saham.

Disusul PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) yang naik 25 persen ke Rp145 dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang juga menguat 25 persen menjadi Rp545.Sementara itu, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjadi salah satu yang mengalami penurunan terdalam setelah anjlok 14,97 persen ke Rp16.325. PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun 14,83 persen menjadi Rp2.700 dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 11,31 persen ke Rp392.

Meski IHSG mampu bertahan di zona hijau, pelaku pasar masih mencermati hasil tinjauan tahunan aksesibilitas pasar dari MSCI. Dalam laporan terbarunya, MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market. Namun, lembaga penyedia indeks global tersebut menurunkan penilaian Indonesia pada aspek information flow atau aliran informasi menjadi negatif.Perkembangan tersebut masih menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi persepsi pasar global terhadap iklim investasi di Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments