SBCNews.id Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar juga mulai bersiap menyambut musim laporan keuangan emiten kuartal II-2026.
Pada awal perdagangan, IHSG naik 10,36 poin atau 0,17 persen ke level 5.934. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat tipis 0,01 persen ke posisi 589,28.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai peluang penguatan teknikal masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas level 5.900–5.882. Jika mampu menembus area tersebut, indeks berpotensi menguji level 6.000 hingga 6.220. Namun, apabila kembali turun di bawah 5.900, IHSG berisiko menguji level support berikutnya.
Sentimen positif turut didorong oleh penguatan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average kompak ditutup di zona hijau, didukung optimisme terhadap perkembangan industri AI serta prospek pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa berlangsung bervariasi. Indeks Hang Seng menguat, sementara Nikkei Jepang, Shanghai Composite, dan Straits Times bergerak melemah pada perdagangan pagi.
Selain perkembangan sektor teknologi, investor juga mencermati situasi geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan melanjutkan dialog dengan Iran meski masa gencatan senjata telah berakhir. Penurunan harga minyak dunia turut membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juni 2026 serta pernyataan pejabat bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.
Dari dalam negeri, realisasi restitusi pajak pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp171,2 triliun atau turun 31,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya restitusi Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri.



