SBCNEWS.id – Suasana berbeda menyelimuti situs megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Ratusan kunang-kunang tampak berkelip di sekitar Teras 5 saat puluhan wartawan, prajurit TNI, dan komunitas pencinta Gunung Padang menggelar refleksi memperingati Hari Kerohanian Nasional.Kerlip cahaya kunang-kunang di antara pepohonan dan bebatuan purba menghadirkan suasana yang mengesankan. Momen tersebut seolah menjadi pelengkap alami dalam kegiatan yang diisi dengan doa, perenungan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan.
Refleksi dipimpin oleh Bendahara PWI Jaya, Dar Edi Yoga. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk sejenak menghentikan rutinitas, membuka hati, serta memaknai kembali kehidupan yang tidak semata-mata diukur dari jabatan, kekuasaan, maupun pencapaian duniawi.Menurutnya, kerohanian merupakan perjalanan manusia untuk mengenali diri sendiri, memperbaiki hubungan dengan sesama, sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan. Perbedaan keyakinan juga seharusnya menjadi ruang untuk saling menghormati, bukan alasan untuk menjauh.
Rombongan PWI Jaya dipimpin Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, didampingi Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Tubagus Adhi, Sekretaris Arman Suparman, serta Bendahara Dar Edi Yoga. Kegiatan tersebut turut dihadiri Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo dan anggota komunitas pencinta Gunung Padang.Menariknya, bagi Kesit B. Handoyo maupun Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di situs megalitikum Gunung Padang.
Untuk mencapai Teras 5, rombongan harus menapaki tangga demi tangga melewati sejumlah teras punden berundak. Perjalanan tersebut didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo.Di tengah suasana alam yang tenang, kemunculan kunang-kunang menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi para peserta. Keindahan sederhana tersebut seakan mengingatkan bahwa rasa syukur dan kedekatan dengan Sang Pencipta dapat ditemukan melalui berbagai hal di sekitar kehidupan.Melalui kegiatan ini, para peserta berharap semangat kerohanian dapat terus menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
