Hampir 15.000 siswa telah mengikuti pendidikan berasrama melalui program tersebut hingga 2026
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan. Menurut dia, program tersebut dirancang bukan hanya sebagai layanan pendidikan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin di Jakarta, Senin. Ia mengatakan Sekolah Rakyat sejak awal ditujukan untuk menjangkau masyarakat miskin, khususnya kelompok yang belum tersentuh secara optimal oleh kebijakan dan layanan pendidikan.
Menjangkau anak dari keluarga kurang mampu
Muhaimin menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara bagi anak-anak yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara memadai. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Hingga 2026, hampir 15.000 siswa telah menikmati pendidikan berasrama melalui Sekolah Rakyat. Menurut Muhaimin, capaian itu menunjukkan pentingnya program yang secara khusus menyasar kelompok masyarakat yang kerap luput dari jangkauan kebijakan.
Ia menilai Sekolah Rakyat juga dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap potensi dan kebutuhan setiap peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Masa depan lulusan menjadi perhatian
Muhaimin menekankan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pemberian akses pendidikan. Masa depan para lulusannya, kata dia, juga perlu dipastikan melalui kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja sesuai potensi dan keterampilan masing-masing.
Menurut dia, kesinambungan tersebut penting agar pendidikan benar-benar menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai, generasi muda diharapkan dapat membangun kemandirian sekaligus membantu memutus kemiskinan antargenerasi.
Bagi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, pendekatan itu merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang menempatkan warga sebagai subjek pembangunan. Muhaimin mengatakan pendidikan tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu mandiri dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.
Anggaran harus memperkuat kemandirian
Muhaimin menambahkan, semangat pemberdayaan juga harus tercermin dalam pengelolaan anggaran negara. Ia berpandangan setiap program pemerintah perlu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, bukan hanya berorientasi pada penyerapan anggaran.
"Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan," kata Muhaimin. Ia menilai politik anggaran yang berorientasi pada pemberdayaan dapat membuat anggaran lebih fungsional dan efektif sehingga mendukung kemakmuran serta kemajuan bangsa.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat ditempatkan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas. Program itu tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga untuk membangun kemampuan generasi muda agar memiliki peluang lebih besar dalam pendidikan lanjutan, dunia kerja, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

