SBCNews.id – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur telah memiliki 400 pendamping proses produk Halal untuk membantu UMKM sekitar masjid dalam mengurus sertifikasi halal
“400 pendamping proses produk Halal itu merupakan hasil empat kali pelatihan untuk pengurus DMI dan takmir masjid,” kata Wakil Ketua PW DMI Jatim Bidang Halal Lifestyle Dr Siti Nur Husnul Yusmiati STP M.Kes dalam ‘Podcast Masjid Inspiratif’ di Surabaya, Kamis.
Podcast/siniar yang diselenggarakan Departemen Kominfo DMI Jatim itu disaksikan langsung oleh Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg dan juga menghadirkan Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi (Ketua Yayasan Demasindo Jatim) sebagai salah satu narasumber.
Menurut Husnul, Sertifikasi Halal itu bukan sekadar trend, melainkan merupakan kebutuhan dasar sebagai Muslim karena ada perintah agama untuk mengonsumsi makanan/minuman yang halal dan thoyib.
“DMI dengan jejaring masjid yang memiliki jamaah sebagai konsumen dan produsen dari berbagai produk tentu sangat penting dengan sertifikasi halal, apalagi UU Jaminan Produk Halal juga sudah ada dan akhir Mei 2026 ada SK Gubernur untuk percepat sertifikat halal itu,” katanya.
Selan itu, DMI Jatim juga sudah memiliki Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sejak 14 Januari 2026 yang telah berhak melakukan pendampingan secara resmi, mulai dari bahan baku yang harus dipastikan halal hingga proses olah, lalu nama dan baru sertifikat. “Jangan pakai nama Mie Setan,” katanya.
Apalagi, pertumbuhan “market halal” di negara non-Muslim sekarang juga semakin meningkat, karena masyarakat non-Muslim sangat percaya dengan jaminan halal (sertifikat halal yang bukan sekadar logo) itu baik untuk kesehatan.
“Sekarang, juga mulai ada kesehatan syariah, misalnya pasien perempuan jangan ditangani petugas laki-laki. Sebentar lagi juga ada WHO atau wajib halal Oktober, sedang sertifikat halal di Jatim masih peringkat ketiga, karena itu literasi halal juga perlu masif,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi mengatakan DMI Jatim memiliki tiga program unggulan yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) sejak 2019, Masjid Award sejak 2023, dan Halal Center sejak awal 2026.
“Prinsipnya, DMI ingin satu masjid makmur, maka semuanya harus makmur, karena DMI itu rumah besar yang mengakomodasi semua masjid/musholla se-Jatim. Saat ini, DMI Jatim mendampingi 3.700 DMI ranting (desa/masjid jamik), 666 DMI cabang (kecamatan/madjid besar), dan 38 DMI daerah (kabupaten/kota),” katanya.
Selain program pendampingan DMI, Podcast “Masjid Inspiratif” juga menampilkan “masjid inspirasi” yakni Masjid Al-Huda (masjid perumahan/perhutani di Sambikerep, Surabaya), Masjid Nurul Fatah (masjid kampung/lokalisasi Bangunsari, Krembangan, Surabaya), Masjid Nurul Jannah (masjid perkantoran Petrokimia), Masjid al Huda (masjid kampus Unmer, Malang), Masjid Agung Jamik Kota Malang, dan Masjid Raya “Ulul Albab” UINSA, Surabaya. (*/dmi)



