HomeBMKGDihantui Ombak Besar Pesisir Bali, Warga: "Kami Tidak Pernah Tenang".

Dihantui Ombak Besar Pesisir Bali, Warga: “Kami Tidak Pernah Tenang”.

SBCNews.id BALI — Jeritan pilu dan rasa cemas mendalam kini menggelayuti warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai Bali. Fenomena gelombang tinggi yang kian ganas menghantam pemukiman, memaksa sebagian warga untuk memutar otak demi menyelamatkan diri dan keluarga mereka.

Bagi Wati, salah seorang warga setempat, gemuruh ombak bukan lagi sekadar suara alam, melainkan sebuah teror yang datang berkala. Rasa trauma mendalam membayangi dirinya setiap kali air laut mulai naik menjulang.”Takut sekali. Saya takut setiap kali ombak besar seperti ini. Kalau terus seperti ini, saya mengungsi di rumah saudara,” ungkap Wati dengan nada getir, dilansir dari detikBali, Senin (29/6/2026).

Ancaman Rutin di Kala Purnama

Kekhawatiran Wati bukan tanpa alasan. Sang suami, Wayan Galung, membeberkan bahwa ancaman ini bukanlah fenomena baru, melainkan siklus menakutkan yang puncaknya kerap terjadi saat fase bulan purnama.Ketika air laut pasang bertepatan dengan purnama, dentuman ombak besar dipastikan akan menerjang dinding-dinding rumah mereka. Kondisi inilah yang merenggut rasa aman warga pesisir dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami tidak pernah tenang,” keluh Wayan, menggambarkan situasi mencekam yang harus mereka telan mentah-mentah setiap bulannya.

Menagih Janji dan Solusi Nyata Pemerintah

Menghadapi alam yang kian tidak bersahabat, warga mengaku tidak bisa terus-menerus hidup dalam pelarian. Wati dan warga terdampak lainnya kini menaruh harapan besar pada pundak pemerintah daerah maupun pusat.Ada dua tuntutan utama yang mendesak untuk segera direalisasikan:

  • Relokasi dan Hunian Baru: Warga berharap pemerintah segera menyediakan bantuan hunian baru yang lebih aman dari jangkauan abrasi dan gelombang tinggi.
  • Infrastruktur Pelindung: Pembangunan tanggul atau penahan gelombang di sepanjang garis pantai pesisir sangat dinantikan guna memecah hantaman ombak sebelum menyentuh pemukiman.

Hingga berita ini diturunkan, warga pesisir pantai Bali hanya bisa bersiaga sembari menatap cemas ke arah laut, berharap ketukan pintu bantuan dari pemerintah datang lebih cepat sebelum ombak besar berikutnya kembali menerjang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments