HomeBMKGSemeru Kembali Bergejolak: Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Kolom Abu Capai...

Semeru Kembali Bergejolak: Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Kolom Abu Capai 900 Meter.

SBCNews.id LUMAJANG — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Selasa siang, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak.Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa erupsi siang ini terjadi tepat pada pukul 13.04 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujar Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa.Berdasarkan pengamatan visual petugas, kolom abu vulkanik dari perut Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Angin dilaporkan membawa material abu tersebut bergerak ke arah timur laut dan timur.

“Erupsi Semeru ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi gempa letusan selama 99 detik,” tambahnya.

Lima Kali Erupsi dalam Sehari

Catatan dari Pos Pengamatan menunjukkan bahwa gejolak Semeru sudah terjadi sejak dini hari. Terhitung sejak pukul 00.16 WIB hingga 13.04 WIB, gunung api tersebut telah mengalami erupsi sebanyak lima kali. Ketinggian letusan sepanjang hari ini bervariasi, mulai dari 500 meter hingga yang tertinggi mencapai 900 meter dari atas puncak kawah.

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga).

Zona Merah: Warga Dilarang Dekati Sektor Tenggara dan Radius 5 Km

Mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa, pihak otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat, penambang pasir, maupun wisatawan.

  • Sterilisasi Sektor Tenggara: Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
  • Waspada Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi tinggi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
  • Radius Bahaya Lontaran Batu: Larangan total aktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Pihak Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan banjir lahar dingin.Kewaspadaan ekstra perlu diarahkan pada sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungai kecil di sekitarnya yang rawan menjadi jalur aliran lahar saat hujan turun di wilayah puncak.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments