HomeInspirasiDari Lorong Sempit Jakarta ke Pesantren Nusantara: Gerakan Hijau Ini Siap Ubah...

Dari Lorong Sempit Jakarta ke Pesantren Nusantara: Gerakan Hijau Ini Siap Ubah Masa Depan Indonesia

SBCNews.id – Semangat kebangkitan nasional kini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya lewat upacara dan pidato seremonial, tetapi melalui gerakan nyata menyelamatkan lingkungan yang lahir dari gang padat penduduk hingga merambah dunia pesantren. Momentum itu terlihat dalam Seminar Green Pesantren bertema “Menyalakan Kebangkitan Nasional dengan Komitmen dan Aksi Nyata Green Pesantren” yang digelar di Setu oleh Pesantren Motivasi Indonesia.

Seminar tersebut menghadirkan Dr. Taufiq Supriadi Yusuf sebagai narasumber utama. Sosok yang dikenal melalui gerakan “Pencegah Krisis Planet” itu memaparkan bagaimana krisis lingkungan global dapat dihadapi melalui aksi sederhana berbasis komunitas.

Di hadapan para santri, mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga tokoh masyarakat, Taufiq menjelaskan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan proyek bernilai fantastis. Menurutnya, solusi justru bisa dimulai dari lingkungan kecil seperti gang padat penduduk, lalu diperluas menjadi gerakan nasional.

Konsep yang ia bawa melalui Survival Architecture Indonesia dan Eco EduFarm Indonesia menggabungkan berbagai pendekatan ramah lingkungan mulai dari pengelolaan sampah organik, urban farming, energi surya, ketahanan air, peternakan terpadu, hingga ekonomi sirkular berbasis warga.

Model tersebut sebelumnya diterapkan di kawasan RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, dan kini mulai direplikasi ke lingkungan pesantren. Pesantren dinilai memiliki kekuatan sosial, pendidikan, dan spiritual yang mampu menjadi pusat transformasi ekologis masyarakat Indonesia.

“Jika sebuah gang padat penduduk mampu membangun ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sampah mandiri, maka pesantren di seluruh Indonesia juga bisa menjadi pusat kebangkitan ekologis bangsa,” ujar Taufiq dalam seminar tersebut.

Kegiatan ini juga menghasilkan deklarasi Green Pesantren yang menegaskan komitmen menjadikan pesantren sebagai pusat peradaban hijau. Gerakan itu menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan berbasis nilai spiritual Islam serta pembangunan budaya zero waste dan ekonomi sirkular.

Dukungan juga datang dari KH Ahmad Nurul Huda Haem atau Ayah Enha. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi contoh nyata dalam menjaga bumi dan membangun kesadaran ekologis generasi muda.

Belakangan, gerakan “Pencegah Krisis Planet” yang diinisiasi Taufiq memang semakin dikenal publik setelah viral di media sosial dan menarik perhatian berbagai pihak untuk mempelajari konsep Survival Architecture Indonesia secara langsung.

Kini, gerakan tersebut mulai memasuki ruang pendidikan dan pesantren sebagai langkah membangun generasi masa depan yang religius, intelektual, sekaligus memiliki kemampuan menghadapi ancaman krisis lingkungan global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here