SBCNEWS.id— Ajang Content Creator Challenge 2026 resmi menetapkan enam pemenang terbaik dari kategori Artificial Intelligence (AI) dan Animasi. Kompetisi yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ini menjadi wadah bagi kreator muda untuk menyampaikan informasi mengenai industri kelapa sawit melalui karya digital yang kreatif dan inovatif.
Mengusung tema “Sawit Untuk Siapa?” dengan subtema “Sawit adalah Budi Daya Bukan Sumber Daya Alam”, kompetisi tingkat nasional tersebut berhasil menghimpun 556 karya dari berbagai peserta di Indonesia. Setelah melalui proses kurasi, seleksi, dan rapat pleno dewan juri pada Selasa (20/10/2026), enam kreator ditetapkan sebagai juara. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan akurasi data, ketajaman pesan, kreativitas visual, serta kualitas teknis karya.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut sebagai salah satu pendekatan komunikasi publik untuk memperkenalkan industri kelapa sawit kepada generasi muda. Menurutnya, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan animasi dapat menjadi sarana edukasi yang lebih menarik, selama informasi yang disampaikan tetap berlandaskan fakta.
“Industri sawit Indonesia membutuhkan narasi positif yang berbasis fakta dan dibangun oleh generasi muda. Ajang Content Creator Challenge 2026 ini menunjukkan bahwa edukasi publik tidak harus kaku,” ujar Eddy. Ia menambahkan, GAPKI bersama BPDP berkomitmen merangkul generasi muda melalui pemanfaatan teknologi kreatif untuk memperluas pemahaman mengenai industri kelapa sawit.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah karya yang diterima panitia. Dari total 556 karya, sebanyak 509 berasal dari kategori AI dan 47 karya dari kategori Animasi. Partisipasi tersebut melibatkan 164 kelompok kampus serta 392 peserta kategori umum. Ratusan karya itu kemudian melalui proses penyaringan hingga diperoleh 10 finalis terbaik pada masing-masing kategori.
Ketua Bidang Perkebunan GAPKI, R. Azis Hidayat, menilai partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk mengemas isu perkebunan menjadi konten digital yang komunikatif. Menurut Azis, penilaian tidak hanya berfokus pada daya tarik visual, tetapi juga ketepatan informasi dan kemampuan peserta menyampaikan pesan sesuai tema kompetisi.
Pada kategori AI, penilaian teknis mencakup kemampuan prompt engineering dalam memanfaatkan teknologi AI generatif. Sementara itu, kategori Animasi menitikberatkan pada kemampuan bercerita (storytelling), desain visual, dan efektivitas penyampaian pesan. Penentuan pemenang dilakukan melalui rapat pleno dewan juri pada 20 Oktober 2026, pukul 16.00–17.50 WIB. Proses tersebut melibatkan tujuh juri dari unsur industri, media, dan akademisi.
Perwakilan dewan juri, Robert Oliviandi, menjelaskan bahwa akurasi fakta menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penilaian. Kreativitas visual, menurutnya, harus diimbangi dengan informasi yang sesuai sumber dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam proses evaluasi akhir, dewan juri memutuskan mendiskualifikasi salah satu kandidat awal kategori AI karena ditemukan ketidaksesuaian data dan fakta. Keputusan tersebut menyebabkan penyesuaian peringkat berdasarkan hasil evaluasi akhir.
“Kompetisi ini tidak hanya melihat keindahan visual hasil rakitan mesin AI, tetapi juga kebenaran substantif,” tegas Robert. Sementara itu, hasil rekapitulasi kategori Animasi dinyatakan sejalan dengan peninjauan karya. Dewan juri sepakat mempertahankan urutan pemenang berdasarkan perolehan nilai tertinggi.
Berikut enam pemenang yang ditetapkan berdasarkan keputusan akhir dewan juri.
Kategori Artificial Intelligence (AI)
- Juara 1: Apriyadi — Universitas Maritim Raja Ali Haji
Karya: Sawit Untuk Siapa? Menelusuri Manfaat di Balik Setiap Tandan - Juara 2: Imam Iksan Bilnazari — Institut Teknologi Sawit Indonesia
Karya: 1 Hektar, Sejuta Manfaat - Juara 3: Kentsean Lawrence — Politeknik Internasional Bali
Karya: Satu Buah Banyak Jawaban
Kategori Animasi
- Juara 1: Michael Pelihara — Universitas Airlangga
Karya: Sawit Dekat dengan Kita - Juara 2: Nayla Sabitha — Universitas Negeri Surabaya
Karya: Yang Bertumbuh akan Terus Bertumbuh - Juara 3: Giezka Ghuevara Nova Arengga — Politeknik Negeri Madiun
Karya: Miskonsepsi Sawit, Antara Mitos dan Fakta Nyata
Keenam pemenang tersebut dinilai mampu mengemas pesan sesuai tema kompetisi melalui pendekatan AI dan animasi. Setelah penetapan juara utama, rangkaian kompetisi berlanjut dengan pemilihan Juara Favorit Netizen pada 23–26 Oktober 2026. Video karya para pemenang dijadwalkan diunggah melalui akun Instagram dan TikTok resmi JTV serta akun Instagram GAPKI.
Penilaian menggabungkan dua komponen, yakni social engagement dengan bobot 60 persen dan relevansi komentar sebesar 40 persen. Komponen interaksi mencakup jumlah suka (likes), bagikan (shares), dan simpan (saves). Skema tersebut dirancang untuk memperhitungkan interaksi audiens sekaligus kualitas diskusi yang berkembang mengenai informasi industri kelapa sawit.
Selain pemilihan favorit netizen, panitia juga menyiapkan program A/B testing pada 24–29 Oktober 2026. Pengujian ini bertujuan membandingkan efektivitas penyampaian pesan melalui karya AI dan Animasi ketika ditampilkan kepada audiens media sosial. Program tersebut akan memanfaatkan fitur jajak pendapat interaktif atau polling di akun Instagram @PortalJTV. Audiens dapat memberikan suara serta menyampaikan komentar selama periode pengujian.
Untuk mendorong partisipasi, panitia menyediakan hadiah dengan total nilai Rp2 juta bagi 10 pemenang yang beruntung, sesuai mekanisme yang ditetapkan. Melalui kompetisi, pemilihan favorit netizen, dan pengujian respons audiens, Content Creator Challenge 2026 diharapkan menjadi ruang bagi kreator untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pemanfaatan media digital dalam menyampaikan informasi mengenai industri kelapa sawit Indonesia.
