HomeEkbisRupiah Loyo ke Rp17.156, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

Rupiah Loyo ke Rp17.156, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

SBCNews.id – Nilai tukar rupiah masih bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (22/4) pagi. Mata uang Garuda tampak kewalahan menghadapi keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS), dipicu oleh sikap hati-hati para investor yang menantikan hasil negosiasi tingkat tinggi antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan.


Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka melemah 13 poin atau sekitar 0,08 persen ke posisi Rp17.156 per dolar AS, merosot dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa meski ada embusan angin segar mengenai perdamaian di Timur Tengah, ketidakpastian masih menjadi mendung bagi rupiah. Pasar saat ini tengah menyoroti rencana Wakil Presiden AS, JD Vance, yang dijadwalkan melanjutkan pembicaraan damai hari ini.


“Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah sempat meningkat pada sesi Asia. Namun, penguatan rupiah terpangkas kembali karena masih ada ketidakpastian besar yang membayangi proses negosiasi tersebut,” ujar Josua di Jakarta, Rabu.
Negosiasi putaran kedua ini menjadi krusial. Jika kesepakatan damai tercapai, tekanan terhadap harga komoditas global dan risiko geopolitik diprediksi akan mereda, yang pada gilirannya dapat memberikan napas bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Sebaliknya, kebuntuan dalam dialog di Islamabad tersebut bisa membuat dolar AS semakin diburu sebagai aset aman (safe haven).
Hingga berita ini diturunkan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berfluktuatif secara terbatas mengikuti perkembangan berita langsung dari Pakistan. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi sepanjang hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here