SBCNews.id — Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, masih terus ditemukan. Meski puluhan sapi telah berhasil disembuhkan, sejumlah ternak dilaporkan masih terinfeksi hingga saat ini.
Seorang peternak sapi di Dusun Doro Agung, Desa Kompol, Kecamatan Geger, Agil, mengungkapkan bahwa sejak awal Januari 2026 sebanyak 51 ekor sapi miliknya sempat terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, 48 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, sementara tiga ekor lainnya masih dalam proses pemulihan.
Agil mengatakan, upaya pengobatan terus dilakukan secara intensif terhadap sapi yang masih sakit. Ia mengaku rutin memberikan perawatan sesuai anjuran petugas kesehatan hewan agar ternaknya dapat segera pulih dan tidak menularkan penyakit ke sapi lain.
“Sejak awal Januari terkena PMK, saya terus obati semua sapi. Alhamdulillah sebagian besar sudah sembuh, tinggal tiga ekor yang masih sakit,” kata Agil, Senin (9/2/2026).
Meski demikian, Agil berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pendampingan medis dan ketersediaan vaksin, guna mencegah penyebaran PMK yang lebih luas di wilayah Bangkalan.
Hingga kini, kasus PMK masih menjadi perhatian serius di Jawa Timur. Pemerintah terus mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang, serta segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada ternaknya.
Sumber.id:KOMPAS.com
