SBCNews.id – Wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh, menjadi sorotan usai memimpin laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo. Keputusannya tidak memberikan penalti kepada Harry Kane memicu gelombang kritik dari pemain, legenda sepak bola Inggris, hingga para suporter.
Dalam pertandingan yang dimenangkan Inggris dengan skor 2-1, insiden kontroversial terjadi pada menit ke-43. Harry Kane terjatuh di dalam kotak penalti setelah terjadi kontak dengan kiper RD Kongo, Leonel Mpasi.Awalnya, Adham Makhadmeh menganggap Kane melakukan diving. Setelah mendapat rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR), ia meninjau ulang tayangan di monitor pinggir lapangan. Namun, wasit tetap memutuskan tidak memberikan hadiah penalti karena menilai kontak yang terjadi belum memenuhi unsur pelanggaran.
Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan. Mantan kapten Timnas Inggris, Alan Shearer, menilai Kane seharusnya mendapatkan penalti karena terdapat kontak fisik yang jelas di area terlarang.Menurut Shearer, meski Kane terlihat sedikit melebih-lebihkan saat terjatuh, kiper RD Kongo tetap melakukan kontak yang menghalangi pergerakan sang penyerang.Kritik serupa juga disampaikan mantan striker Inggris, Michael Owen.
Melalui media sosial, Owen mempertanyakan keputusan Makhadmeh yang tetap bergeming meski telah melihat tayangan ulang VAR.”Jika itu bukan penalti, saya tidak tahu lagi apa yang disebut penalti,” tulis Owen.Jurnalis Inggris Piers Morgan juga ikut mengomentari kontroversi tersebut, menambah panjang daftar kritik terhadap keputusan sang pengadil lapangan.Terlepas dari kontroversi tersebut, Inggris berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai dan memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
