SBCNews.id – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Kamis (2/7/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir, ibu kota Indonesia menempati peringkat pertama sebagai kota besar dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.Data yang dipantau sekitar pukul 06.00–07.00 WIB menunjukkan Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 155, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.Polutan utama yang mendominasi udara Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 61,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masih jauh di atas pedoman kualitas udara tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Paparan polusi pada tingkat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.Dalam daftar kota besar dengan kualitas udara terburuk versi IQAir, Jakarta berada di posisi teratas, diikuti Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan AQI 151. Posisi selanjutnya ditempati Chengdu (China) dan Dhaka (Bangladesh) yang sama-sama mencatat AQI 132.
Lahore (Pakistan), Addis Ababa (Ethiopia), Delhi (India), Jerusalem dan Tel Aviv-Yafo (Israel), serta Kampala (Uganda) juga masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi.Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka, serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan menutup jendela ketika polusi meningkat. Kelompok rentan juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik.
