HomeEkbisPrabowo Dijadwalkan Hadiri May Day 2026 di Monas, Resmikan Museum Marsinah di...

Prabowo Dijadwalkan Hadiri May Day 2026 di Monas, Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

SBCNews.id — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Kehadiran kepala negara dalam peringatan May Day dinilai menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah terhadap isu-isu ketenagakerjaan di Tanah Air. “Tadi kami juga mengundang Bapak Prabowo. May Day akan tetap diadakan rencananya di Monas,” ujar Andi Gani usai pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung DPR RI, Selasa (3/3/2026).

Tak hanya menghadiri May Day, Prabowo juga disebut menyatakan kesediaannya untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada 2 Mei 2026. Museum tersebut didedikasikan untuk mengenang perjuangan Marsinah, tokoh buruh perempuan yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak pekerja.

“Lalu tanggal 2 Mei, Bapak Presiden berkenan akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur,” kata Andi Gani.

Peresmian museum ini dinilai memiliki makna historis dan simbolis bagi gerakan buruh nasional, sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang perjuangan pekerja di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani juga menyampaikan pembahasan terkait isu investasi, termasuk polemik seputar perusahaan otomotif asal India. Menurutnya, Dasco menjelaskan bahwa perusahaan tersebut berencana membuka investasi besar di Indonesia.

“Kami tadi juga menyampaikan mengenai masalah pickup India, beliau sudah menjelaskan bahwa ternyata perusahaan tersebut akan membuka investasi cukup besar di Indonesia dan ada beberapa penjelasan yang nanti pemerintah akan menjelaskan secara langsung,” ujarnya.

Rencana investasi tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat sektor industri nasional. Pemerintah, lanjut Andi, akan memberikan penjelasan lebih rinci terkait skema dan dampak investasi tersebut dalam waktu dekat.

Dengan rangkaian agenda ini, peringatan May Day 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi buruh, tetapi juga momentum dialog antara pekerja dan pemerintah dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan tenaga kerja.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments