SBCNEWS.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memperkuat sinergi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat kerukunan, serta mendukung perlindungan santri di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Kapolda Jatim bersama Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso dan sejumlah pejabat utama Polda Jatim ke Kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya, Kamis (5/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dekananto mengapresiasi hubungan dan komunikasi yang selama ini terjalin antara Polda Jatim dan PWNU. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan serta membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Polda Jatim, lanjutnya, terus mengembangkan pendekatan humanis melalui program Polisi Subuh Keliling dan Jumat Keliling. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi personel kepolisian untuk berinteraksi langsung sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Selain itu, Polda Jatim mendorong peran Dai Polri dan Dai Kamtibmas untuk menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Kapolda Jatim menyatakan dukungan terhadap upaya pembentukan Satgas Pondok Pesantren Ramah Santri. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan program Polisi Jogo Sekolah yang dikembangkan Polda Jatim untuk mendukung keamanan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang tepat terhadap potensi kekerasan di lingkungan pesantren. Setiap laporan atau dugaan tindak kekerasan perlu ditangani secara profesional dan proporsional sesuai ketentuan hukum dengan mengutamakan perlindungan anak.
Untuk mendukung upaya tersebut, Polda Jatim membuka ruang koordinasi melalui fungsi pembinaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, serta fungsi kepolisian lainnya sesuai kebutuhan dan kewenangan. Kerja sama juga dapat diperluas melalui komunikasi dengan lembaga bantuan hukum di lingkungan PWNU guna meningkatkan pemahaman hukum dan mencegah kekerasan.
Selain membahas keamanan pesantren, Kapolda Jatim menyatakan kesiapan jajarannya untuk berkoordinasi dalam pengamanan kegiatan keagamaan, termasuk rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama. Polda Jatim juga membuka peluang pemberian informasi dan pembekalan bagi santri yang berminat mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Harian PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun mengapresiasi kunjungan Kapolda Jatim beserta jajaran. Ia berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat kerja sama antara PWNU dan kepolisian.
Gus Firjaun menyatakan PWNU siap mendukung pelaksanaan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga menyampaikan rencana peringatan Harlah NU pada 30–31 Januari 2027 di Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, koordinasi dengan Polda Jatim perlu terus diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat berlangsung aman dan lancar.
Lebih lanjut, Gus Firjaun menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga Pancasila, persatuan bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sinergi antara PWNU dan Polri diharapkan terus terjaga untuk memperkuat kerukunan serta persatuan masyarakat.



