HomeNasionalHari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Turun ke Jalan: Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Turun ke Jalan: Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

SBCNEWS.id — Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, menjadi momentum bagi mahasiswa untuk kembali menyuarakan aspirasi publik. Komite Selamatkan Daulat Rakyat atau Seruan Kedaulatan Rakyat (SADAR) berencana menggelar demonstrasi dengan membawa lima tuntutan yang menyasar sejumlah persoalan nasional.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Isu lingkungan ini menjadi sorotan di tengah tuntutan agar pemerintah mengambil langkah konkret dalam menangani bencana ekologis.

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda itu juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah. Selain penetapan status bencana nasional untuk karhutla, lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa mencakup pembenahan kebijakan ekonomi, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat.

Di bidang lingkungan, mahasiswa menuntut penanganan karhutla yang lebih serius. Penetapan status bencana nasional dipandang sebagai salah satu langkah yang mereka dorong agar penanganan bencana ekologis mendapat perhatian lebih besar. Sementara itu, dalam bidang ekonomi, mahasiswa menyoroti perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Mereka juga mendorong penurunan biaya pendidikan agar akses terhadap pendidikan tidak semakin terbebani oleh persoalan ekonomi.

Pada aspek hukum dan pemerintahan, pemberantasan KKN menjadi bagian dari tuntutan yang disampaikan. Mahasiswa turut menyoroti pentingnya menjaga kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Lima tuntutan tersebut memperlihatkan luasnya persoalan yang ingin disoroti mahasiswa, mulai dari perlindungan lingkungan hingga tata kelola pemerintahan dan pemenuhan hak masyarakat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda pun memberikan konteks tersendiri bagi aksi tersebut. Peringatan yang identik dengan persatuan dan peran generasi muda itu kembali menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai arah kebijakan publik. Hingga informasi yang tersedia dalam pemberitaan awal, aksi tersebut masih diberitakan sebagai agenda yang akan digelar pada 28 Oktober 2026. Perkembangan pelaksanaan demonstrasi dan tanggapan pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa memerlukan informasi lanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here