SBCNEWS.id — Gus Aam Wahib Wahab mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mengambil langkah konkret untuk mengembalikan NU pada Khitthah 1926.
Putra mantan Menteri Agama KHM Wahib Wahab dan cucu KH Abdul Wahab Hasbullah itu menilai khitthah harus menjadi pedoman utama organisasi, bukan sekadar slogan maupun alat kepentingan politik.
Dilansir dari pernyataan tertulisnya, Kamis (15/10/2026), Gus Aam menyambut positif komitmen Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang ingin mengembalikan NU pada semangat awal pendirian melalui konsolidasi, rekonsiliasi, dan khidmat kepada umat.
Menurut Gus Aam, NU harus berpegang pada prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah serta nilai tawassuth, i’tidal, tawazun, dan tasamuh. Ia menegaskan prinsip keagamaan tersebut tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan perebutan kekuasaan politik.
Ia juga mengingatkan keputusan Muktamar NU ke-27 di Situbondo pada 1984 yang menegaskan NU sebagai organisasi sosial-keagamaan dengan fokus pada dakwah, pendidikan, pesantren, dan kegiatan sosial.
Gus Aam meminta PBNU berani melakukan pembenahan terhadap pengurus yang dinilai menyimpang dari Khitthah NU 1926 melalui mekanisme organisasi. Baginya, konsistensi terhadap khitthah penting untuk menjaga kemandirian NU dan kepercayaan masyarakat.
“Khitthah NU 1926 harus menjadi harga mati,” tegas Gus Aam.



