SBCNEWS.id — Keluarga besar KH Wahab Hasbullah memberikan klarifikasi atas pernyataan PC GP Ansor Jombang mengenai almarhumah Hj Machfudhoh Aly Ubaid atau Hj Machfudhoh Wahab yang disebut sebagai putri sulung salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Klarifikasi disampaikan Gus Aam Wahib Wahab, putra KH Wahib Wahab sekaligus cucu KH Wahab Hasbullah. Ia menyebut penyebutan Hj Machfudhoh Wahab sebagai putri sulung KH Wahab Hasbullah tidak sesuai dengan urutan kelahiran putra-putri keluarga tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah PC GP Ansor Jombang mengunggah informasi tersebut melalui akun media sosial Facebook pada Senin (5/10/2026). Gus Aam menilai informasi mengenai silsilah keluarga seharusnya dipastikan kebenarannya sebelum dipublikasikan. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar penyebutan nama, tetapi berkaitan dengan identitas keluarga, garis keturunan, hingga persoalan ahli waris.
“Pernyataan Pengurus GP Ansor PC Jombang tersebut adalah tidak benar,” kata Gus Aam dalam klarifikasinya. Untuk meluruskan informasi tersebut, Gus Aam menyampaikan daftar putra-putri KH Wahab Hasbullah berdasarkan urutan kelahiran. Susunan tersebut dimulai dari KH Wahib Wahab, Hj Chodijah Wahab, KH Najib Wahab, KH Adib Wahab, Hj Jum’atin Wahab, Hj Mu’tamaroh Wahab, Hj Machfudhoh Wahab, Hj Chisbiyah Wahab, Hj Munjidah Wahab, KH Hasib Wahab, hingga KH Roqib Wahab.
Dari susunan tersebut, Gus Aam menegaskan bahwa Hj Chodijah Wahab merupakan putri sulung KH Wahab Hasbullah. Sementara Hj Machfudhoh Wahab berada setelah Hj Mu’tamaroh Wahab dalam urutan kelahiran. “Dengan demikian nampak jelas bahwa putri sulung KH Wahab Hasbullah, Hj Chodijah Wahab, bukan almarhumah Hj Machfudhoh Wahab,” ujarnya, Rabu (7/10/2026). Gus Aam meminta PC GP Ansor Jombang segera memperbaiki informasi yang telah beredar di media sosial.
Ia juga berharap organisasi tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar KH Wahab Hasbullah serta masyarakat luas. “Kami mohon Pengurus GP Ansor PC Jombang segera meralat dan mengoreksi pernyataan tersebut, memohon maaf kepada keluarga besar KH Wahab Hasbullah, seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia, serta merehabilitasi kesalahan tersebut,” ujar Gus Aam. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi rujukan untuk meluruskan informasi mengenai silsilah keluarga KH Wahab Hasbullah dan menghindari kesalahan informasi yang berpotensi kembali menyebar di masyarakat.



