HomeKebijakan pemarintahanFlyover Gedangan Bakal Pakai Skema 6-2, Pemkab Sidoarjo Masih Tunggu Persetujuan KAI

Flyover Gedangan Bakal Pakai Skema 6-2, Pemkab Sidoarjo Masih Tunggu Persetujuan KAI

SBCNEWS.id – Dilansir dari detikJatim, pembahasan pembangunan Flyover Gedangan saat ini masih berfokus pada kepastian ROW, kebutuhan lahan, serta persetujuan aset milik PT KAI sebelum proyek berlanjut ke tahap berikutnya.

Rencana pembangunan Flyover Gedangan memasuki tahap penting. Pemkab Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali sepakat menggunakan skema 6-2 untuk kebutuhan Right of Way (ROW) atau ruang milik jalan.

Namun, kesepakatan tersebut belum menjadi keputusan final. Penggunaan skema 6-2 masih harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat sebagian kebutuhan pembangunan berkaitan dengan aset perusahaan perkeretaapian tersebut.

Kesepakatan mengenai skema ROW itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026).

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan skema 6-2 dipilih karena dianggap lebih mampu mengantisipasi kebutuhan transportasi dalam jangka panjang. Skema tersebut diproyeksikan dapat memberikan kapasitas layanan hingga sekitar 30 tahun.

“Kita pakai 6-2, hari ini kita tentukan pakai 6-2, karena ini adalah proyek nasional,” ujar Subandi seusai rapat.

Menurut Subandi, pembangunan Flyover Gedangan tidak hanya ditujukan untuk mengurai persoalan lalu lintas saat ini. Perencanaan juga harus mempertimbangkan perkembangan kebutuhan transportasi di masa mendatang.

Sebelumnya, terdapat opsi skema 4-2. Namun, skema tersebut diperkirakan memiliki masa layanan sekitar 15 tahun. Sementara skema 6-2 diproyeksikan mampu menunjang kebutuhan hingga kurang lebih 30 tahun.

Meski telah disepakati dalam rapat, penerapan skema 6-2 masih menunggu keputusan dari PT KAI. Hal ini karena terdapat aset KAI yang berkaitan dengan kebutuhan ROW pembangunan flyover.

Perwakilan Bagian Aset PT KAI, Doni, menyatakan pihaknya mendukung hasil pembahasan tersebut. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan KAI.

“Kami pribadi mendukung, akan tetapi kami hanya bisa menyampaikan. Hari ini setelah ini kami langsung sampaikan ke pimpinan bahwa rapat hari ini nantinya memerlukan skema 6-2,” kata Doni.

Dengan demikian, Pemkab Sidoarjo bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) kini menunggu persetujuan dari pihak KAI untuk memastikan skema tersebut dapat diterapkan.

Kebutuhan Lahan Lebih Kecil

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan penggunaan skema 6-2 memang masih membutuhkan tambahan lahan. Namun, kebutuhan tersebut diperkirakan tidak sebesar perhitungan sebelumnya yang mencapai sekitar 23 hektare.

“Masih kurang dari 23 kemarin itu, lebih minim lagi. Ada menyesuaikan di KAI,” ujar Makhmud.

Ia menjelaskan penetapan ROW menjadi bagian krusial dalam pembangunan karena akan berpengaruh terhadap desain Flyover Gedangan. Selain itu, aspek kebutuhan transportasi dalam jangka panjang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan ruang yang diperlukan.

Pemkab Sidoarjo ingin pembangunan flyover tidak hanya menjadi solusi kemacetan dalam waktu dekat. Infrastruktur tersebut diharapkan tetap mampu menampung peningkatan volume kendaraan dan kebutuhan transportasi di masa mendatang.

Setelah persoalan ROW dan aset KAI mendapatkan kepastian, tahapan berikutnya adalah proses pembayaran lahan. Pemkab Sidoarjo menyebut pembayaran lahan akan dilakukan secara bertahap.

Subandi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kanwil serta mengirimkan surat kepada Korsupgah untuk memastikan mekanisme realisasi anggaran berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jangan sampai ada proyek nasional, ternyata masih ada regulasi hukum yang nanti jadi persoalan untuk Sidoarjo. Nah, ini yang harus kita jaga,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo berharap persetujuan terkait ROW segera diperoleh. Jika persoalan tersebut telah tuntas, proses penyelesaian Detail Engineering Design (DED) hingga tahapan pembangunan Flyover Gedangan dapat dilanjutkan.

“Kalau ini selesai, sudah clear. Karena tahapan pengukuran sudah selesai, tinggal kita menunggu dari BPN terkait masalah ROW-nya,” tandas Subandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here