SBCNews.id – Indonesia segera menambah kapasitas produksi gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) melalui pengoperasian dua pabrik baru yang telah menyelesaikan tahap commissioning atau uji coba produksi. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan kedua fasilitas tersebut kini hanya menunggu proses perizinan niaga sebelum resmi beroperasi penuh dan diresmikan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Djoko di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (18/5/2026). Menurut dia, seluruh proses teknis produksi telah rampung sehingga pengoperasian tinggal menunggu penerbitan izin niaga LPG maupun LNG. Dua pabrik tersebut merupakan milik perusahaan migas swasta, yakni LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) serta LPG Plant Tuban milik PT Sumber Aneka Gas (SAG).
Keberadaan dua fasilitas baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan pasokan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor LPG. Pabrik LPG Cilamaya disebut mampu memproduksi sekitar 163 metrik ton LPG per hari dan menghasilkan kondensat mencapai 1.891 barel minyak per hari. Sementara itu, LPG Plant Tuban diperkirakan menambah produksi LPG sekitar 30 metrik ton per hari dengan kondensat sebesar 348 barel per hari.
SKK Migas menilai pengembangan infrastruktur LPG menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain dua proyek tersebut, pemerintah juga terus mendorong pembangunan fasilitas energi strategis lain di sejumlah daerah guna mendukung kebutuhan energi domestik yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
