SBCNEWS. id — Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi cyberbullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik DKI Jakarta, tersebut diikuti 343 peserta yang terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur terkait.
Dilansir dari keterangan penyelenggara, Kombes Pol Moh Dofir menegaskan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham ekstremisme serta perundungan, termasuk di ruang digital.
Workshop juga membahas dampak cyberbullying terhadap kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, dan perkembangan psikologis siswa. Guru didorong mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memberikan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.
Melalui kolaborasi tersebut, Densus 88 dan Disdik DKI Jakarta berharap sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak. Penguatan literasi digital juga dinilai penting agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak serta menghormati keberagaman.
