HomeHeadlineDari Pesantren hingga PWNU Jatim, Perjalanan Gus Firjhon yang Tak Lepas dari...

Dari Pesantren hingga PWNU Jatim, Perjalanan Gus Firjhon yang Tak Lepas dari Khidmah

SBCNEWS.ID-Sosok Gus Firjhon atau KH MB Firjaun meninggalkan kesan mendalam bagi Ahmad Fahrur Rozi. Keduanya telah saling mengenal sejak sama-sama menimba ilmu di pesantren pada era 1990-an. Gus Firjhon mondok di Pesantren Al-Falah Ploso, sementara Ahmad Fahrur Rozi menempuh pendidikan di Lirboyo.

Dalam ingatan Ahmad Fahrur Rozi, Gus Firjhon sejak muda dikenal sebagai sosok yang ramah, tenang dan memiliki penampilan yang menarik. Bahkan, ia kerap bergurau menyebut wajah Gus Firjhon mirip pengacara Tomy Soeharto, Juan Felix.

“Sejak masa muda memang terkenal gus ganteng,” tulis Ahmad Fahrur Rozi dalam catatannya tentang Gus Firjhon.

Bukan hanya soal penampilan, Gus Firjhon juga dikenal aktif dalam tradisi intelektual pesantren. Sejak masih mondok, putra ulama besar dan mantan Rais Aam PBNU KH Abdullah Shiddiq itu telah aktif mengikuti forum Bahtsul Masail.

Ahmad Fahrur Rozi mengaku cukup sering bertemu dengan Gus Firjhon dalam berbagai forum Lembaga Bahtsul Masail (LBM). Salah satu pertemuan terakhir mereka berlangsung dalam forum LBM di Pondok Pesantren Ngunut, Tulungagung. Saat itu, Ahmad Fahrur Rozi hadir mewakili Pondok Lirboyo.

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, jalan pengabdian keduanya kemudian berbeda. Gus Firjhon memilih terjun ke dunia politik dan sempat menjadi anggota DPR. Sementara Ahmad Fahrur Rozi tetap menekuni dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Meski telah memasuki dunia politik, menurut Ahmad Fahrur Rozi, karakter Gus Firjhon tidak banyak berubah.

Ia masih mengingat ketika dirinya pernah diundang ke Jember untuk mengikuti halaqah Fiqih Kebangsaan di pesantren milik Gus Firjhon. Ketika itu, Gus Firjhon telah dipercaya menjadi Wakil Bupati Jember.

Bagi Ahmad Fahrur Rozi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan posisi dan lingkungan tidak mengubah karakter Gus Firjhon yang telah dikenalnya sejak muda.

“Meski sudah masuk dunia politik, Gus Firjhon tetap seperti yang saya kenal sejak muda: tenang, ramah, dan tidak banyak berubah,” ungkapnya.

Kedekatan keduanya kembali terlihat ketika Ahmad Fahrur Rozi dipercaya menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Saat kemudian mendapat amanah untuk pindah berkantor ke PBNU, ia diminta menunjuk sosok yang akan menggantikan posisinya.

Tanpa banyak pertimbangan, nama Gus Firjhon menjadi pilihannya.

Kini, Ahmad Fahrur Rozi mengaku ikut bahagia melihat Gus Firjhon dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWNU Jawa Timur.

Baginya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. Lebih dari itu, posisi tersebut merupakan kepercayaan besar untuk melanjutkan pengabdian kepada NU dan masyarakat.

“Selamat, Gus Firjhon. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi kepercayaan untuk melanjutkan terus berkhidmah kepada NU dan umat,” tulisnya.

Ia berharap Gus Firjhon mampu menjalankan amanah tersebut dengan ketenangan yang selama ini menjadi bagian dari karakternya, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika organisasi.

“Semoga sukses, selalu tenang dalam menghadapi berbagai dinamika. Selamat berkhidmah, Gus,” pungkas Ahmad Fahrur Rozi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here