HomeEkonomi,bisnis,investasiCORE: Efisiensi Perampingan BUMN Bergantung pada Implementasi Konsolidasi

CORE: Efisiensi Perampingan BUMN Bergantung pada Implementasi Konsolidasi

SBCNews.id JAKARTA – Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai rencana pemerintah melakukan streamlining atau perampingan badan usaha milik negara (BUMN) berpotensi meningkatkan efisiensi operasional. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada pelaksanaan konsolidasi dan tata kelola perusahaan yang efektif.

Menurut Yusuf, struktur BUMN yang selama ini terdiri atas induk perusahaan, anak perusahaan, hingga cucu perusahaan menyebabkan biaya administrasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan menjadi lebih besar.

“Setiap lapisan menambah biaya administrasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan tanpa meningkatkan produktivitas,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, dengan struktur organisasi yang lebih sederhana, BUMN diharapkan dapat lebih fokus pada bisnis inti, memiliki skala usaha yang lebih besar, serta mampu mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan efisien.

Yusuf mencontohkan pengalaman konsolidasi sejumlah subholding PT Pertamina (Persero) yang diklaim berhasil menghasilkan efisiensi sekitar 600 juta hingga 700 juta dolar Amerika Serikat. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi perusahaan dapat memberikan manfaat nyata apabila dijalankan dengan baik.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses penggabungan ratusan perusahaan bukanlah pekerjaan yang mudah. Perbedaan sistem kerja, budaya organisasi, hingga kondisi keuangan masing-masing perusahaan menjadi tantangan yang harus diatasi secara bertahap.

Ia juga menilai target penyelesaian konsolidasi dalam waktu singkat cukup ambisius. Oleh karena itu, kualitas implementasi di lapangan akan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program tersebut.

Selain itu, Yusuf menyoroti komitmen pemerintah yang menyatakan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama proses perampingan BUMN berlangsung.

Menurutnya, efisiensi tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah perusahaan, tetapi juga dari meningkatnya produktivitas tenaga kerja, kualitas layanan, serta kinerja perusahaan setelah proses konsolidasi selesai dilakukan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments