HomeEkonomiCelios: Penguatan Talenta Terampil Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Industri Kreatif

Celios: Penguatan Talenta Terampil Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Industri Kreatif

SBCNews.id JAKARTA – Direktur Utama Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai penguatan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Menurut Bhima, Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah angkatan kerja mencapai 153 juta orang. Namun, kualitas tenaga kerja masih menjadi tantangan karena hanya sekitar 12,66 persen yang memiliki pendidikan tinggi.”Jumlah angkatan kerja Indonesia sangat besar, tetapi lebih dari 30 persen perusahaan masih mengalami kesulitan mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Bhima di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil, khususnya di sektor ekonomi digital, diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2030. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi profesi dinilai menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.Bhima juga menyoroti adanya kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja terampil dan rendahnya penyerapan lulusan. Kondisi tersebut, menurutnya, mendorong sebagian perusahaan beralih memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Ia menilai situasi tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk mempercepat pengembangan talenta digital agar kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri.Selain kualitas SDM, Bhima menyoroti masih terpusatnya tenaga kerja industri kreatif di Pulau Jawa. Sekitar 58 persen pekerja di sektor tersebut berada di tiga provinsi di Jawa, sementara wilayah Indonesia Timur masih memiliki kontribusi yang relatif kecil.

Menurutnya, penguatan pusat pendidikan, pelatihan vokasi, serta sertifikasi profesi di luar Pulau Jawa akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja berkualitas.Bhima menambahkan, penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, termasuk melalui program magang dan sertifikasi kompetensi, akan mempercepat lahirnya tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja.Langkah tersebut diyakini tidak hanya mendukung perkembangan subsektor ekonomi digital seperti gim, animasi, perangkat lunak, dan konten digital,

tetapi juga meningkatkan daya saing subsektor kuliner, fesyen, serta kriya.Meski industri kreatif digital berkembang pesat dengan tingkat upah yang kompetitif, Bhima mengingatkan bahwa subsektor tradisional masih didominasi pekerja informal. Oleh karena itu, penguatan perlindungan bagi tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif dinilai penting untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments