SBCNEWS.id — Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko menegaskan pengelolaan gambut menjadi salah satu fokus utama lembaganya untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau ekstrem.
Selain mencegah karhutla, BPGMN akan menjalankan perlindungan serta pemulihan ekosistem gambut dan mangrove, termasuk menangani kawasan yang mengalami kerusakan atau kebakaran.
Satyawan menyebut pendekatan berbasis sains dan teknologi akan digunakan melalui pemodelan kondisi kekeringan dan pemetaan risiko kebakaran. BPGMN juga akan melibatkan para ahli di bidang hidrologi, revegetasi, sosial ekonomi, dan mangrove.Sementara itu, Wakil Kepala BPGMN Sriyanto menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta deteksi dini.
Kondisi permukaan air gambut menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi kebakaran.BPGMN menargetkan penurunan kebakaran secara bertahap dan mendorong agar wilayah gambut yang sebelumnya berulang kali terbakar dapat dicegah dari kejadian serupa.
