SBCNews.id-Masa kampanye Pemilihan Kepala Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo resmi berakhir. Namun, suasana politik di tengah masyarakat masih memanas. Sejumlah warga mulai terang-terangan menyuarakan keinginan agar Desa Suko dipimpin sosok yang bersih dari persoalan hukum dan praktik-praktik yang dinilai merugikan masyarakat.
Suara penolakan itu salah satunya datang dari warga kawasan Suko Asri. Bersama sejumlah warga lainnya, mereka mengaku enggan memilih calon kepala desa yang pernah dikaitkan dengan kasus pungutan liar (pungli) dalam pengurusan tanah maupun dugaan pelanggaran selama masa kampanye.
“Kami ingin Suko dipimpin orang yang benar,” ujar salah satu warga Suko Asri yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, pemimpin desa ke depan harus mampu membawa perubahan dan menjaga kepercayaan masyarakat, bukan justru menimbulkan kontroversi atau persoalan baru di tengah warga.
Hal senada juga disampaikan seorang warga berinisial Mth. Ia menilai masyarakat kini semakin kritis dalam menentukan pilihan dan tidak ingin kembali dipimpin figur yang memiliki rekam jejak buruk.
“Masyarakat sekarang sudah bisa menilai sendiri mana calon yang benar-benar ingin membangun desa dan mana yang hanya mencari kepentingan pribadi,” katanya.
Meski tahapan kampanye telah selesai, dinamika Pilkades Suko masih menjadi perhatian warga. Perbincangan mengenai integritas calon kepala desa terus bergulir di berbagai lingkungan masyarakat menjelang hari pemungutan suara.
Warga berharap pesta demokrasi tingkat desa tersebut dapat berlangsung damai, jujur, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Desa Suko menjadi lebih baik.



