HomeEkonomiGen Z Terjepit Gelombang AI: PHK Massal Menguat, Masa Depan Kerja Makin...

Gen Z Terjepit Gelombang AI: PHK Massal Menguat, Masa Depan Kerja Makin Tak Pasti di Era Otomatisasi

SBCNews.id – Generasi Z kini menghadapi tekanan besar di tengah perubahan cepat dunia kerja akibat disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan global turut memperburuk kondisi, seiring perusahaan yang memilih menekan biaya dengan mengandalkan otomatisasi berbasis AI.

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam struktur tenaga kerja global, di mana banyak perusahaan mulai menahan perekrutan karyawan baru dan mengalihkan sebagian besar pekerjaan ke sistem berbasis teknologi. Akibatnya, para lulusan baru perguruan tinggi semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan terpaksa masuk ke sektor informal yang tidak stabil.

Sejumlah perusahaan besar dilaporkan telah melakukan langkah efisiensi yang signifikan. Misalnya, Standard Chartered memangkas sekitar 7.000 pekerja dengan alasan transformasi digital, sementara perusahaan teknologi seperti Meta dan Amazon juga melakukan PHK besar-besaran seiring restrukturisasi berbasis AI dan efisiensi operasional.

Gelombang ini tidak hanya berdampak pada sektor perbankan dan teknologi, tetapi juga merambah ke berbagai industri lain. Meta Platforms, misalnya, disebut memanfaatkan sistem AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, yang berujung pada pengurangan tenaga kerja global. Amazon dan perusahaan fintech Block juga mengambil langkah serupa dengan alasan efisiensi dan otomasi.

Mantan CEO Google, Eric Schmidt, turut menyoroti dampak besar AI terhadap dunia kerja. Dalam sebuah pidato, ia menyebut bahwa AI akan menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“AI akan menyentuh setiap profesi, setiap ruang kelas, setiap rumah sakit, setiap laboratorium, setiap orang, dan setiap hubungan yang Anda miliki,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam, termasuk sorakan skeptis dari para lulusan universitas yang menghadiri acara tersebut, mencerminkan kekhawatiran generasi muda terhadap masa depan mereka di tengah dominasi teknologi.

Survei yang dilakukan sejumlah lembaga menunjukkan meningkatnya kecemasan di kalangan Gen Z terhadap AI. Banyak responden menganggap risiko AI terhadap pekerjaan lebih besar dibanding manfaatnya, meskipun sebagian lainnya mulai beradaptasi dengan teknologi tersebut.

Para peneliti menyebut emosi negatif terhadap AI kini lebih kuat dibanding tahun sebelumnya. Generasi muda yang baru memasuki dunia kerja cenderung melihat AI sebagai ancaman ketimbang peluang, terutama karena dampaknya terhadap kreativitas dan proses pembelajaran.

Meski demikian, para pakar menilai bahwa adaptasi tetap menjadi kunci utama. Penguasaan teknologi AI atau menjadi “AI-savvy” dianggap sebagai salah satu jalan agar Gen Z tetap relevan di tengah perubahan besar dunia kerja yang tidak terelakkan.

Dilansir dari CNBC Indonesia:
CNBC Indonesia – Petaka Besar Menghantui Gen Z

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments