SBCNews.id -Tragedi tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04) kian memprihatinkan setelah jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 15 orang. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, total korban dalam insiden ini mencapai 91 orang, dengan 76 penumpang selamat namun sebagian besar mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi.
Peristiwa nahas ini terjadi di jalur padat kawasan Bekasi Timur, ketika dua rangkaian kereta berada di lintasan yang sama hingga menyebabkan tabrakan hebat. Hingga Selasa (28/04), aparat gabungan dan tim medis masih melakukan penanganan terhadap korban serta proses evakuasi lanjutan. Dari 15 korban jiwa, 10 di antaranya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.
Sebanyak 84 korban luka dilaporkan dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Penanganan medis terus dilakukan guna memastikan kondisi para korban stabil.
Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan teknis, human error, atau gangguan sistem persinyalan. Insiden ini kembali menyoroti urgensi peningkatan sistem keselamatan transportasi kereta api, khususnya di jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi seperti wilayah penyangga ibu kota.



