SBCNews.id – Dominasi Nvidia di industri chip kecerdasan buatan (AI) kini mulai menghadapi tantangan serius setelah muncul pemain baru bernama Cerebras Systems yang menarik perhatian pasar global. Perusahaan ini mencuri sorotan setelah melantai di bursa saham Amerika Serikat dengan kapitalisasi pasar mendekati US$100 miliar pada debut perdagangannya, menjadikannya salah satu penawaran saham perdana (IPO) teknologi terbesar dalam sejarah.
Perusahaan yang dipimpin CEO Andrew Feldman itu dikenal mengembangkan chip berbeda dari GPU tradisional Nvidia. Produk andalannya, WSE-3, merupakan chip jenis ASIC yang berukuran sangat besar, bahkan disebut 57 kali lebih besar dibanding GPU terbesar di pasar saat ini dengan jumlah transistor 50 kali lebih banyak. Cerebras mengklaim desain tersebut memungkinkan pemrosesan data lebih cepat dan efisien untuk kebutuhan kecerdasan buatan generasi baru.
Fenomena ini terjadi di tengah pergeseran industri menuju era “agentic AI”, di mana kemampuan AI dalam melakukan pengambilan keputusan (inference) menjadi semakin penting dibanding sekadar pelatihan model besar. Kondisi ini membuka ruang persaingan baru bagi produsen chip khusus yang lebih fokus pada efisiensi tugas tertentu.
Selain memproduksi chip, Cerebras juga mengoperasikan layanan cloud AI yang membuatnya bersaing langsung dengan raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan Amazon. Permintaan terhadap layanan perusahaan ini dilaporkan sangat tinggi hingga kapasitasnya disebut telah terjual penuh hingga tahun 2027.
Dengan masuknya Cerebras dan sejumlah pemain lain seperti Groq dan SambaNova Systems, persaingan industri chip AI global kini semakin ketat dan berpotensi menggeser peta dominasi yang selama ini dikuasai Nvidia di pasar semikonduktor dunia.
