SBCNews.id – Alphabet, induk usaha Google, semakin dekat menantang dominasi Nvidia sebagai perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Lonjakan saham Alphabet terjadi setelah pasar merespons positif pertumbuhan bisnis cloud dan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus dipercepat perusahaan tersebut.
Kenaikan valuasi ini muncul ketika persaingan industri teknologi global memasuki fase baru. Nvidia selama beberapa tahun terakhir menjadi penguasa pasar berkat tingginya permintaan chip AI. Namun, Alphabet mulai menunjukkan kebangkitan melalui integrasi AI pada mesin pencari, layanan cloud, hingga ekosistem Android.
Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi AI generatif. Investor melihat Alphabet memiliki modal besar berupa pusat data, jaringan pengguna global, dan kemampuan riset yang kuat untuk bersaing langsung dengan Nvidia maupun Microsoft.
Analis menilai langkah agresif Alphabet menjadi sinyal bahwa peta persaingan AI belum selesai. Jika pertumbuhan cloud dan AI terus berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang, posisi Nvidia sebagai raja teknologi dunia berpotensi tergeser. Kondisi tersebut sekaligus menandai kebangkitan kembali raksasa internet lawas dalam era AI modern. Persaingan dua raksasa teknologi itu diperkirakan semakin panas sepanjang 2026 karena perusahaan global berlomba menghadirkan layanan AI yang lebih cepat, murah, dan efisien. Situasi ini membuat investor mulai mengalihkan perhatian dari produsen chip menuju platform



