SBCNews.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengambil langkah serius dalam menjaga kondisi psikologis para peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar, khususnya siswa SMAN 1 Sambas, dengan memberikan pendampingan psikologis pasca kompetisi yang sempat menuai perhatian publik. Upaya ini dilakukan agar para siswa tetap memiliki mental yang kuat dan tidak mengalami tekanan psikologis setelah mengikuti ajang tersebut.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan langsung dengan pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, guru pendamping, serta para peserta dari SMAN 1 Sambas pada Selasa (19/5) pagi di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, MPR RI dan pihak sekolah menyepakati adanya pendampingan khusus bagi para siswa.
Pendampingan tersebut akan dilakukan oleh guru konseling selama kurang lebih dua bulan ke depan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi mental siswa agar tetap stabil dan siap menghadapi kompetisi di tingkat berikutnya. Abraham menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mencegah trauma serta membangun kembali rasa percaya diri para peserta.
“Supaya tidak trauma dan lebih percaya diri untuk siap maju mewakili Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Abraham.
Selain itu, MPR RI juga menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas yang menolak pelaksanaan ulang final LCC Empat Pilar. Menurut Abraham, keputusan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat demokrasi yang dijunjung tinggi oleh para peserta dari Kalimantan Barat.
Langkah pendampingan psikologis ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi mental siswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam membawa nama daerah pada kompetisi tingkat nasional. Dengan adanya dukungan tersebut, MPR RI menegaskan komitmennya tidak hanya pada pendidikan intelektual, tetapi juga kesehatan mental generasi muda.



