SBCNews.id – Media sosial kembali digemparkan oleh narasi yang mengeklaim mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengadakan kuis tebak kata dengan iming-iming hadiah fantastis senilai Rp100 juta. Namun, masyarakat diminta untuk tidak mudah tergiur, karena konten tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks hasil manipulasi teknologi.
Modus Operandi Melalui Facebook
Berdasarkan penelusuran, narasi menyesatkan ini disebarkan oleh sejumlah akun di platform Facebook sepanjang April 2026. Dalam unggahannya, akun-akun tersebut membagikan video yang memperlihatkan Anies seolah-olah sedang memberikan informasi resmi terkait kuis tebak kata.
Para penonton yang berminat mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah tersebut diarahkan untuk mengirimkan jawaban mereka melalui fitur Facebook Messenger. Modus seperti ini sering kali menjadi pintu masuk bagi tindak penipuan siber, seperti pencurian data pribadi (phishing) atau pemerasan.
Hasil Cek Fakta: Manipulasi AI
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan penelusuran mendalam terhadap video yang beredar. Hasilnya, video tersebut dipastikan merupakan hasil manipulasi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau yang sering dikenal sebagai deepfake.
Teknologi ini mampu meniru gerakan bibir, ekspresi wajah, hingga suara tokoh publik dengan sangat mirip, sehingga sulit dibedakan dengan video asli oleh mata awam. Dalam kasus ini, video asli Anies Baswedan telah disunting dan audionya diganti menggunakan teknologi kloning suara AI untuk mencocokkan narasi kuis palsu tersebut.
Imbauan Bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi ulang terhadap setiap informasi yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar, terutama yang mencatut nama tokoh politik atau pejabat publik.
Beberapa ciri konten manipulasi AI yang perlu diwaspadai antara lain:
- Gerakan mulut yang tidak sinkron dengan suara yang dihasilkan.
- Kualitas audio yang terdengar datar atau memiliki distorsi aneh.
- Sumber penyebaran bukan berasal dari akun resmi yang terverifikasi (centang biru).
- Hingga berita ini diturunkan, pihak Anies Baswedan belum memberikan pernyataan resmi, namun secara teknis video tersebut telah terbukti valid sebagai konten buatan atau hoaks. Jangan pernah memberikan data pribadi atau nomor rekening kepada akun-akun yang tidak jelas asal-usulnya di media sosial.
