SBCNews.id – Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, bersama mantan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi memastikan ketersediaan serta distribusi energi di Kota Sorong berjalan lancar dan terkendali.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Nanik menyebut kondisi masyarakat relatif tenang tanpa gejolak, terutama berkat implementasi program BBM satu harga yang dinilai sangat membantu wilayah timur Indonesia.
“Program ini luar biasa, khususnya di Papua. Masyarakat merasa tenang karena harga BBM stabil,” ujarnya.
Ia menilai stabilitas harga tersebut berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Nanik juga mengapresiasi peran pemerintah dan Pertamina dalam menjaga pasokan serta harga energi di tengah dinamika global.
Menurut dia, ketahanan stok BBM di Sorong bahkan melampaui sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Jika rata-rata stok di Jawa berkisar 10 hari, Sorong mampu menjaga cadangan hingga 20 hari.
“Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat. Harapannya kondisi ini juga merata di seluruh wilayah Papua,” katanya.
Peninjauan lapangan dilakukan di SPBU COCO 81 984 01 serta agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri pada 21 April 2026. Dari hasil pemantauan, distribusi berjalan tertib tanpa antrean, serta penyaluran BBM subsidi dinilai tepat sasaran.
Meski demikian, Hasan Nasbi mencatat masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti fasilitas pendukung di SPBU dan peningkatan standar operasional oleh Pertamina Patra Niaga.
“Secara umum sudah baik, namun ada beberapa catatan teknis yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Kunjungan juga dilakukan ke agen LPG non-subsidi, yang menunjukkan pasokan dalam kondisi aman tanpa indikasi kelangkaan. Stok LPG bahkan diperkirakan mencukupi hingga 15 hari ke depan dengan suplai yang terus berkelanjutan.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina optimistis kebutuhan energi di Papua Barat Daya akan tetap terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat.
