HomeEkbisKelangkaan LPG 12 Kg di Malang, Pertamina Klaim Dipicu Lonjakan Konsumsi

Kelangkaan LPG 12 Kg di Malang, Pertamina Klaim Dipicu Lonjakan Konsumsi

SBCNews.id – Keluhan kelangkaan LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) mencuat di Kota Malang dalam sepekan terakhir. Sejumlah pangkalan mengaku pasokan yang mereka terima menyusut drastis, dari rata-rata sekitar 100 tabung per pengiriman menjadi hanya 10 hingga 15 tabung.

Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama pelaku usaha makanan dan minuman (FnB). Mereka terpaksa berburu LPG ke berbagai pangkalan, bahkan harus menghadapi pembatasan pembelian yang hanya memperbolehkan maksimal tiga tabung per hari.

Di lapangan, situasi kian pelik setelah harga LPG 12 kg dilaporkan melonjak di atas harga normal. Sejumlah pelaku usaha mengaku sempat ditawari tabung gas hingga Rp250 ribu oleh oknum pangkalan, jauh lebih tinggi dari harga biasanya.

Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa stok LPG nonsubsidi, termasuk Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg, dalam kondisi aman.

“Stok LPG Bright Gas saat ini terjaga. Namun, dari pantauan kami memang terjadi peningkatan konsumsi di beberapa wilayah,” ujar Ahad, Rabu (22/4/2026).

Meski demikian, ia mengakui adanya kebijakan pembatasan distribusi di tingkat pangkalan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerataan pasokan di tengah lonjakan permintaan.

“Untuk pemerataan distribusi supaya permintaan yang meningkat bisa dipenuhi semua. Jadi memang ada pembatasan agar distribusinya merata,” jelasnya.

Ahad menegaskan, pembatasan ini bukan disebabkan oleh kekurangan stok di tingkat distribusi utama, melainkan murni karena lonjakan konsumsi masyarakat.

Kendati demikian, pihak Pertamina belum bersedia membeberkan data rinci terkait stok LPG 5,5 kg dan 12 kg terbaru.

Para pelaku usaha berharap kondisi ini segera membaik. Mereka mendesak agar distribusi kembali normal dan harga LPG bisa kembali stabil, sehingga tidak semakin membebani operasional usaha yang saat ini sudah tertekan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here