HomeUmumPilah Sampah Jadi Kunci Sukses Waste to Energy, Menteri LH Tekankan Peran...

Pilah Sampah Jadi Kunci Sukses Waste to Energy, Menteri LH Tekankan Peran Masyarakat

SBCNews.id — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa keberhasilan Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Hidup (PSEL) atau waste to energy sangat bergantung pada kedisiplinan dalam masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat berada di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat. Ia menjelaskan bahwa teknologi waste to energy maupun Refuse-Derived Fuel (RDF) membutuhkan sampah berkualitas agar dapat diolah secara optimal menjadi energi.

“Pilah sampah ini merupakan langkah awal menuju pembangunan waste to energy. Sampah berkualitas hanya bisa dihasilkan jika masyarakat melakukan pemilahan,” ujar Hanif.

Menurutnya, operasional penuh program waste to energy diproyeksikan baru dapat berjalan dalam tiga tahun ke depan, seiring dengan kesiapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Pemerintah, lanjut Hanif, menargetkan program ini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah nasional tanpa membebani anggaran negara. Selain itu, sampah yang telah terpilah dinilai memiliki nilai kalor lebih tinggi, sehingga lebih efektif sebagai sumber energi terbarukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan, sampah lama (legacy waste) dari periode 2026–2029 berpotensi diolah kembali jika sistem pemilahan sudah berjalan dengan baik. Sementara itu, sampah baru, khususnya organik, diharapkan sudah terpisah sejak dari masyarakat.

Dalam upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah, pemerintah menargetkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka dapat dihentikan pada 2026, dengan DKI Jakarta sebagai percontohan nasional.

“Penertiban ini menjadi kunci untuk menyukseskan gerakan pilah sampah dan mengakhiri open dumping,” kata Hanif.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan mendorong kawasan komersial seperti hotel, restoran, kafe, pasar, hingga kawasan industri agar mampu mengelola sampahnya secara mandiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here