HomeTeknologiDiklaim Lebih Ramah Lingkungan, Kompos Jasad Manusia Kini Jadi Tren

Diklaim Lebih Ramah Lingkungan, Kompos Jasad Manusia Kini Jadi Tren

SBCNews.id — Praktik pengelolaan jenazah terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan. Selain pemakaman dan kremasi, kini muncul metode baru yang mulai mendapat perhatian global, yakni pengomposan jasad manusia atau human composting.

Metode ini memungkinkan tubuh manusia yang telah meninggal diubah menjadi tanah dalam waktu relatif singkat melalui proses biologis terkontrol. Secara alami, proses penguraian memang terjadi saat jenazah dikubur, namun teknik ini mempercepat mekanisme tersebut dengan meniru kondisi alami seperti di lantai hutan.

Dalam praktiknya, jasad ditempatkan dalam wadah khusus bersama bahan organik seperti serbuk kayu dan jerami. Mikroorganisme kemudian bekerja menguraikan tubuh hingga menjadi kompos yang aman dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai tanah.

Pendukung metode ini menilai pengomposan jasad lebih ramah lingkungan dibandingkan pemakaman konvensional maupun kremasi. Selain mengurangi penggunaan lahan, metode ini juga meminimalkan emisi karbon dan penggunaan bahan kimia yang biasa digunakan dalam proses pengawetan jenazah.

Meski demikian, praktik ini masih menuai perdebatan, baik dari sisi etika, budaya, maupun regulasi di berbagai negara. Tidak semua masyarakat dapat menerima metode ini sebagai alternatif pemakaman.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan, pengomposan jasad manusia berpotensi menjadi bagian dari transformasi cara pandang manusia terhadap siklus kehidupan dan kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here