SBCNews.id – Beda yang berbeda di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan pada Rabu (22/4). Suasana makan siang siswa kini tampak lebih tertib dan hangat melalui peluncuran perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang diinisiasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten.
Berbeda dari penyajian nasi kotak biasa, skema prasmanan ini dirancang khusus untuk melatih kemandirian siswa sekaligus menekan angka sisa makanan (food waste).
Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, program ini menjadi solusi nyata bagi para siswa yang sering melewatkan sarapan di rumah karena terburu-buru berangkat sekolah.
“Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama. Program ini sangat membantu, terutama bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” ujar Muryanto.
Di sisi lain, Kepala SPPG Polri Pejaten, Muhamad Iqbal Salim, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Polri sebagai persiapan menyambut Hari Bhayangkara. Meski siswa mengambil sendiri makanannya, Iqbal menjamin asupan nutrisi tetap terjaga dengan ketat.
“Keunggulannya, sistem ini melatih ketertiban. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menyediakan sendok takar khusus sesuai arahan ahli gizi,” jelas Iqbal.
Selain soal nutrisi, keunggulan utama model prasmanan adalah efisiensi. Siswa dapat menyesuaikan porsi makanan sesuai kemampuan lambung mereka, sehingga diharapkan tidak ada lagi makanan yang terbuang sia-sia. Hasil dari simulasi ini nantinya akan dievaluasi untuk menentukan apakah pola prasmanan akan diterapkan secara permanen di seluruh SPPG di bawah naungan Polri.
