SBCNews.id – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, memberikan pesan menohok bagi seluruh jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menegaskan bahwa setiap individu di dalam BUMN bukan sekadar pegawai perusahaan, melainkan aparatur negara yang wajib berdiri di garis depan dalam mengawal serta mengomunikasikan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4), Dony mengingatkan kembali marwah BUMN sebagai bagian tak terpisahkan dari pemerintah. Di tengah munculnya sentimen negatif terhadap sejumlah kebijakan negara, BUMN diminta tidak tinggal diam dan harus mampu memberikan penjelasan yang komprehensif kepada masyarakat.
“Kita semua yang ada di dalam ruangan ini adalah pegawai negara, kita adalah bagian daripada pemerintah. Saya mengharapkan seluruh insan BUMN mampu memberikan klarifikasi dan menjelaskan kenapa sebuah kebijakan dilakukan,” ujar Dony tegas.
Dony meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, setiap kebijakan ekonomi yang diambil memiliki dasar pemikiran yang matang demi kedaulatan bangsa. Ia menepis keraguan publik dengan menekankan komitmen besar sang Presiden bagi rakyat Indonesia.
“Tidak mungkin seorang Presiden yang mau mengorbankan hidupnya untuk negara, melakukan sesuatu yang tidak baik bagi rakyatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan transisi besar: mengubah pertumbuhan ekonomi yang bersifat semu menjadi pertumbuhan fundamental yang merata. Penguatan ketahanan pangan, energi, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar utama dalam transformasi ini.
BUMN pun diposisikan sebagai jembatan komunikasi strategis. Peran aktif BUMN dalam menjelaskan arah transformasi ekonomi diharapkan dapat menghilangkan distorsi informasi di masyarakat, sehingga kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dapat tercapai sesuai visi besar pemerintah
