SBCNews.id – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan tingkat inflasi sepanjang 2026 tetap terjaga dan berada di bawah 3 persen. Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme bank sentral terhadap stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman, menyampaikan bahwa pergerakan inflasi pada awal tahun dipengaruhi sejumlah faktor teknis, termasuk kebijakan diskon tarif listrik dan penyesuaian harga tertentu yang bersifat sementara. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan tekanan inflasi yang bersifat fundamental.BI menilai inflasi inti tetap terkendali seiring stabilnya permintaan domestik dan terjaganya ekspektasi inflasi masyarakat.
Selain itu, koordinasi kebijakan antara bank sentral dan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah juga dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga.Bank sentral memastikan akan terus memantau perkembangan harga pangan, energi, serta nilai tukar guna menjaga inflasi tetap dalam sasaran yang telah ditetapkan
