HomePeristiwaImlek 2577 Kongzili di Kampung Tambak Bayan Surabaya Berlangsung Meriah, Perpaduan Budaya...

Imlek 2577 Kongzili di Kampung Tambak Bayan Surabaya Berlangsung Meriah, Perpaduan Budaya Tionghoa dan Jawa Timur

SBCNews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Kampung Pecinan Tambak Bayan Tengah, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kota Surabaya, berlangsung meriah dan penuh warna, Selasa (17/2/2026).

Sepanjang jalan kampung tampak semarak dengan ornamen khas Imlek yang menghiasi setiap sudut. Lampion merah, dekorasi bernuansa Tionghoa, hingga gapura tematik memperkuat atmosfer perayaan. Tak hanya warga setempat, kemeriahan ini juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah di Surabaya.

Banyak pengunjung datang untuk menyaksikan rangkaian acara sekaligus mengabadikan momen di sudut-sudut kampung yang telah disulap menjadi spot foto bernuansa Tionghoa. Salah satu titik favorit adalah “rumah besar” yang dihias khusus dengan dekorasi Imlek dan terbuka bagi warga maupun wisatawan.

Ketua RT 2/RW 2 Tambak Bayan Tengah, Piyono, mengatakan perayaan Imlek di kampung tersebut rutin digelar setiap tahun dan selalu mendapat sambutan antusias.

“Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini sangat ramai. Antusias warga Kampung Tambak Bayan dan juga dari luar sangat tinggi, karena memang setiap tahun kita rayakan bersama-sama,” ujar Piyono.

Menurutnya, persiapan Imlek 2577 Kongzili telah dimulai sejak dua pekan sebelum hari puncak. Beragam pertunjukan seni dan budaya disiapkan untuk menghibur masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan barongsai yang berkeliling kampung dan menyambangi rumah-rumah warga. Anak-anak pun turut ambil bagian dengan menampilkan kesenian bantengan. Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya tari Rea-Reo dan tari Remo, yang menjadi bagian dari budaya khas Jawa Timur.

Tak berhenti hingga siang hari, perayaan berlanjut pada malam hari dengan pertunjukan wayang. Perpaduan kesenian Tionghoa dan budaya lokal tersebut menjadi simbol harmonisasi dan toleransi di tengah masyarakat.

“Banyak pertunjukan seni budaya dari Tionghoa dan budaya lokal. Tujuannya agar warga bisa hidup rukun dan guyub, serta memperkuat toleransi antarsemua. Kita melibatkan semua elemen masyarakat, semuanya terlibat dalam pertunjukan,” jelasnya.

Di Kampung Tambak Bayan sendiri tercatat sebanyak 131 kepala keluarga (KK) merayakan Imlek. Meski demikian, perayaan ini terbuka untuk siapa saja yang ingin datang dan merasakan suasana kebersamaan.

Kemeriahan Imlek 2577 Kongzili di Tambak Bayan pun menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya dapat dirajut dalam harmoni, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Surabaya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments