SBCNews.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah, Polres Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Dalam kunjungannya, Presiden secara langsung meninjau sistem keamanan pangan (food safety) dan fasilitas pendukung yang diterapkan di lokasi tersebut.Prabowo tiba sekitar pukul 09.03 WIB didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pada kesempatan itu, ia meresmikan sebanyak 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri secara serentak.Setibanya di lokasi, Presiden langsung menerima paparan dari Kabag Binkar Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP Victor Inkiriwang terkait sarana dan prasarana di SPPG Palmerah. Dalam penjelasannya, Victor menyebut fasilitas tersebut dibangun di atas lahan Polri seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi, sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).SPPG Polri Palmerah dilengkapi berbagai perangkat modern penunjang higienitas, seperti filter air dan sistem hydro reverse osmosis untuk pemurnian air, water heater untuk pencucian wadah makanan, food tray steamer elektrik, serta alat sterilisasi UV.Prabowo tampak membuka dan memeriksa langsung alat pengering food tray elektrik yang digunakan setelah proses pencucian. Wadah makanan tersebut kemudian disterilisasi menggunakan sinar ultraviolet guna memastikan bebas bakteri dan kuman.Tak hanya itu, Presiden juga meninjau alat bioteknologi modern untuk pengelolaan limbah dapur serta perangkat food safety kit yang digunakan untuk menguji keamanan makanan sebelum didistribusikan. SPPG Palmerah diketahui telah mengantongi sertifikasi standar dari BGN, mencakup aspek higienitas, kompetensi, hingga kehalalan.Sebelum memasuki area dapur, Prabowo mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, penutup kepala, dan sepatu khusus. Di dalam, ia mengikuti alur pengolahan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari area pencucian bahan baku, pencucian ompreng (wadah makanan), gudang kering dan basah, hingga dapur utama.Di area food safety, petugas menjelaskan bahwa setiap makanan akan melalui uji keamanan oleh Dokkes Polri sebelum didistribusikan. SPPG Polri memiliki pembeda utama dibanding SPPG lainnya, yakni penggunaan food safety kit produksi Farmapol Pusdokkes Polri dengan empat parameter pemeriksaan: formalin, nitrit, sianida, dan arsen.Sesuai SOP, apabila ditemukan kandungan zat berbahaya, makanan tersebut tidak akan didistribusikan dan segera dilaporkan kepada Kepala SPPG untuk ditindaklanjuti.SPPG Polri Palmerah sendiri telah beroperasi sejak 8 Januari 2026. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah kekurangan gizi, serta mendukung kualitas tumbuh kembang generasi muda.Inisiatif ini juga menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap agenda pemerintahan Prabowo dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Dengan beroperasinya SPPG Palmerah, diharapkan layanan pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan.
Sumber: Detik.com
