SBCNews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan berupa bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi pada ajang ASEAN Para Games XIII 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/4/2026).Pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas capaian atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi atlet dan pelatih agar terus berprestasi serta mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan.Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih kepada para atlet dan pelatih atas dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa atlet yang telah meraih prestasi, sekaligus mempersiapkan mereka untuk ajang-ajang berikutnya.“Pelatihnya luar biasa, atletnya juga sangat luar biasa.
Terima kasih atas dedikasi terbaik yang telah diberikan,” ujarnya.Khofifah juga menyoroti bahwa keberhasilan atlet disabilitas Jawa Timur tidak lepas dari proses panjang yang melibatkan ketekunan, pendampingan, serta pengalaman dari berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Ia optimistis, dengan disiplin latihan serta penguatan fisik dan mental, prestasi gemilang akan terus diraih di masa mendatang.
Menurutnya, dukungan dunia akademik juga memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga, khususnya melalui pendekatan sport science yang salah satunya dikembangkan di Universitas Negeri Surabaya.Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, menyebutkan bahwa bonus diberikan kepada 15 atlet dan 2 pelatih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat untuk terus berprestasi.
Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Jawa Timur, Imam Kuncoro, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemprov Jatim terhadap atlet disabilitas. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan NPCI dalam melakukan pembinaan sejak usia dini.“Ini adalah hasil ikhtiar bersama, sehingga atlet kita mampu menjadi kebanggaan Jawa Timur sekaligus Indonesia,” ujarnya.
Salah satu atlet berprestasi, Mutiara Cantik Harsanto dari cabang para renang, yang meraih dua medali emas dan menjadi penerima bonus terbesar, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses panjang dan penuh perjuangan.Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi. “Kami membawa nama besar Jawa Timur dan Indonesia. Itu yang selalu menguatkan saya di setiap pertandingan,” katanya.
Mutiara juga mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemprov Jawa Timur serta jajaran Forkopimda yang dinilainya telah memberikan ruang bagi atlet untuk fokus mencapai target juara.
