HomePemerintahanRupiah Menguat Tipis ke Rp16.799, Sentimen China Tekan Dolar AS

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.799, Sentimen China Tekan Dolar AS

SBCNews.id – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Selasa pagi dengan penguatan tipis di tengah sentimen eksternal yang melemahkan dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang Garuda naik 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp16.799 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.805 per dolar AS.Penguatan rupiah didorong kabar dari China yang dilaporkan menyarankan lembaga keuangannya untuk mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS.

Langkah tersebut dinilai memberi tekanan pada dolar AS di pasar global.Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan sentimen tersebut menjadi katalis positif bagi rupiah.“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh laporan bahwa pemerintah China menyarankan institusi keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta.

Menurut Lukman, China memang telah bertahun-tahun secara bertahap melepas surat utang AS. Kini, pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mendorong institusi domestik mengikuti langkah serupa.

Kebijakan tersebut mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap aset AS, sekaligus dampak hubungan kedua negara yang masih mendingin.

Namun demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan tidak terlalu besar. Investor masih bersikap hati-hati menunggu rilis data penjualan ritel Indonesia periode Desember 2025.Data tersebut diproyeksikan melambat menjadi 5,5 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 6,3 persen.

“Sentimen domestik ini membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas,” kata Lukman.Dengan mempertimbangkan berbagai faktor global dan domestik, rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Sumber: antara

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments