SBCNews.id – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intensif. Dalam kurun waktu tiga jam pada Rabu pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tujuh kali erupsi dengan tinggi kolom letusan bervariasi antara 300 hingga 800 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.58 WIB. Kolom abu setinggi sekitar 500 meter teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 138 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi kedua terjadi pada pukul 06.10 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak. “Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung,” ujarnya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Aktivitas vulkanik berlanjut dengan erupsi ketiga pada pukul 06.56 WIB. Tinggi kolom letusan menurun menjadi sekitar 300 meter dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas tipis ke arah utara. Tak lama berselang, erupsi keempat terjadi pada pukul 07.05 WIB dengan kolom abu setinggi 600 meter dan intensitas sedang ke arah utara.
Semeru kembali erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom letusan tertinggi, yakni sekitar 800 meter di atas puncak. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Erupsi keenam tercatat pada pukul 07.46 WIB dengan kolom setinggi 400 meter, disusul erupsi ketujuh pada pukul 08.02 WIB yang tidak teramati secara visual karena puncak gunung tertutup kabut.
Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.
Sumber: Antara



