HomeUmumAncaman Malware Stealer Mengintai ASN, Pemprov Jatim Gelar Cerdig Bedah Ruang Siber...

Ancaman Malware Stealer Mengintai ASN, Pemprov Jatim Gelar Cerdig Bedah Ruang Siber Jilid XII

SBCNews.id-Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur kembali menggelar program Cerdas Digital (Cerdig) Bedah Ruang Siber Jilid XII secara daring, Rabu (21/1/2026). Webinar ini mengangkat tema krusial, “Malware Stealer: Strategi Perlindungan Aset Digital dalam Transformasi Siber”, di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

Dilansir dari Web Kominfo Jatim, kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan diikuti aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ASN kabupaten/kota, akademisi, serta pegiat literasi digital dari berbagai daerah. Hadir sebagai narasumber, pakar teknologi informasi sekaligus Founder dan Executive Officer CyberArmyID, Girindo Pringgo Digdo.

Dalam sambutannya, Sherlita menegaskan bahwa transformasi digital memang meningkatkan efektivitas kerja, namun juga membuka risiko serius pada keamanan siber. Salah satu ancaman yang patut diwaspadai adalah malware stealer—program jahat yang bekerja secara senyap mencuri data sensitif seperti username, password, identitas digital, hingga data perbankan.

Menurutnya, ancaman ini sangat berbahaya bagi ASN dan pejabat publik yang memiliki akses ke sistem dan basis data kritikal. Ia menekankan bahwa faktor manusia masih menjadi celah terbesar dalam keamanan informasi. “Dari unsur SDM, sistem, dan infrastruktur, yang paling rentan justru kita sendiri,” ujarnya.

Melalui webinar ini, Sherlita berharap peserta memahami karakteristik malware stealer, risiko yang ditimbulkan, serta langkah antisipasi dan mitigasi yang perlu dilakukan. Ia menegaskan keamanan informasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna sistem, bukan hanya Dinas Kominfo.

Sementara itu, Girindo Pringgo Digdo mengingatkan ancaman malware stealer kian berbahaya seiring laju transformasi digital yang cepat, namun tidak diimbangi dengan kesadaran keamanan yang memadai. Akibatnya, banyak sistem tampak besar dan canggih, tetapi sebenarnya rapuh.

Ia mengajak seluruh peserta untuk lebih waspada serta disiplin menjaga keamanan akun dan data pribadi di ruang digital, sebagai benteng utama menghadapi serangan siber yang semakin kompleks.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here