SBCNEWS.ID-Upaya pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Mereka terdiri atas lima wartawan foto, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian dan unsur masyarakat masih menyisir kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan rombongan tersebut.
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan pencarian terus dilakukan hingga Rabu. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya mengunjungi Posko Utama SAR Gabungan di Pandeglang, Banten.
Dalam kunjungan tersebut, Hengki juga berdialog dengan sejumlah keluarga korban, termasuk para istri wartawan yang hingga kini masih menunggu kabar keberadaan orang terdekat mereka.
“Semoga tidak terjadi apa-apa, ya,” ujar Hengki kepada keluarga.
Sebelumnya, pada 7 September 2026, lima wartawan foto dari sejumlah media berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka bersama tiga orang lainnya, yakni kapten kapal, dua ABK, dan seorang pemandu, menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan langsung aktivitas erupsi.
Namun, hingga Rabu, keberadaan rombongan tersebut belum diketahui. Komunikasi dengan mereka dilaporkan terputus saat berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan informasi Basarnas, posisi terakhir rombongan diketahui berada sekitar 18,5 kilometer dari pantai. Sejak laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir keberadaan mereka.
Perkembangan pencarian juga terus dipantau oleh Mabes Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan pihaknya secara berkala menerima laporan dari Kapolda Banten mengenai proses pencarian.
“Secara berkala, kami mendapat laporan dari Kapolda Banten mengenai perkembangan pencarian wartawan dan tiga orang lainnya yang masih hilang,” kata Johnny dalam acara Ngobrol Santai Forum Pimred Multimedia Indonesia di Jakarta, Rabu.
Johnny mengajak keluarga besar pers dan masyarakat memberikan dukungan terhadap proses pencarian yang masih berlangsung.
“Semoga korban yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat,” ujarnya.
Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian setelah kembali menunjukkan aktivitas erupsi yang disertai keluarnya abu vulkanik, lava, dan material pijar. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sekitar kawasan gunung api mendapat pengawasan ketat.
Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, hilangnya lima wartawan foto bersama tiga orang lainnya menjadi perhatian luas. Hingga kini, tim SAR gabungan masih bekerja untuk menemukan mereka dan memastikan kondisi seluruh rombongan.
Keluarga dan rekan-rekan sesama jurnalis pun masih menanti kabar baik dari operasi pencarian yang terus dilakukan
