SBCNews.id-Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat tak luput dari perhatian warga. Salah satunya adalah ambruknya sebuah tenda atau terop milik jamaah Musholla Nurul Iman di RT 06/RW 02 Dusun Ketapang, Desa Suko.
Tenda tersebut sebelumnya diketahui sempat digunakan dalam kegiatan kampanye yang berkaitan dengan calon Kepala Desa Suko nomor urut 4, Rukhayani atau Acis. Menurut informasi yang dihimpun, terop tersebut disewa oleh tim kampanye Rukhayani dari pihak Musholla Nurul Iman dan telah digunakan beberapa waktu lalu.
Peristiwa ambruknya tenda di tengah masa tenang Pilkades pun memunculkan beragam tanggapan dari warga. Sebagian menganggapnya sebagai kejadian biasa, namun tidak sedikit pula yang mengaitkannya dengan berbagai firasat menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
“Tim kampanye sudah membayar sewa tenda tersebut sebesar Rp200 ribu,” ujar Ketua RT 06 Dusun Ketapang, Etik, Kamis (21/5/2026).
Meski tenda tersebut tergolong baru dibeli dan mengalami kerusakan akibat ambruk, pihak RT memastikan akan segera melakukan perbaikan agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
“Kami akan berupaya memperbaiki dan mengganti bagian yang rusak supaya tenda bisa dipakai lagi untuk kegiatan warga,” kata Etik.
Namun demikian, kondisi tenda yang rusak menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sebagian masyarakat. Pasalnya, terop tersebut merupakan fasilitas milik jamaah Musholla Al Ikhlas yang rencananya akan digunakan saat pelaksanaan Sholat Idul Adha mendatang.
Seorang warga mengaku khawatir apabila proses perbaikan tidak selesai tepat waktu sehingga dapat mengganggu persiapan kegiatan keagamaan masyarakat.
“Waduh mas, tendanya ambruk. Gimana nanti saat Idul Adha? Bisa jadi belum selesai dibetulkan. Kalau sampai begitu, masyarakat tentu bisa kecewa dan kehilangan simpati,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Di tengah suasana masa tenang Pilkades Suko yang penuh dinamika, kejadian ambruknya tenda tersebut menjadi bahan perbincangan warga. Berbagai penafsiran dan firasat pun bermunculan, meski sebagian warga lainnya memilih melihat peristiwa itu sebagai musibah teknis yang tidak perlu dikaitkan dengan kontestasi politik desa.
Yang pasti, masyarakat berharap fasilitas milik Musholla Al Ikhlas tersebut dapat segera diperbaiki sehingga tetap dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah dan kegiatan sosial warga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.
