SBCNEWS.id – Upaya memulihkan aktivitas perdagangan di wilayah terdampak bencana terus dikebut. Pemerintah mempercepat rehabilitasi 56 pasar rakyat yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memperbaiki kerusakan fisik bangunan pasar. Pemulihan juga diarahkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga para pedagang dapat kembali berjualan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat berjalan normal.
Dilansir dari keterangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu (7/10/2026), rehabilitasi sarana perdagangan pascabencana menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, mengatakan pemulihan pasar memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak.
“Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak bencana,” ujar Iqbal.
Menurut dia, Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana menjadi salah satu instrumen kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan fasilitas perdagangan sekaligus mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar rakyat memiliki peran penting dalam menopang kehidupan warga. Ketika aktivitas pasar terhenti akibat bencana, dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga konsumen dan pelaku usaha lain yang bergantung pada kelancaran distribusi barang.
Karena itu, rehabilitasi 56 pasar tersebut diharapkan dapat membuka kembali akses perdagangan, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah yang terdampak bencana.
Pemerintah pun menempatkan pemulihan aktivitas pasar sebagai bagian dari upaya mengembalikan kehidupan ekonomi masyarakat secara bertahap setelah bencana.



